nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Orang Dayak dari Malaysia Selalu Menangis saat 'Balik Kampung'

Dina Prihatini, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 02:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 21 340 1900577 cerita-orang-dayak-dari-malaysia-selalu-menangis-saat-balik-kampung-Nj3czGC3bc.jpg Acara Pekan Gawai Dayak. (Foto: Dina/Okezone)

PONTIANAK - Pekan Gawai Dayak kembali digelar di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Perhelatan akbar suku Dayak itu merupakan Gawai Dayak ke XXXIII yang dilaksanakan di Rumah Radakng adat Dayak yang berada di Jalan Sutan Abdurrahman Pontianak.

Pj Gubernur Kalbar, Doddi Riyadmadji mengatakan, perlu pengembangan dan pelestarian serta apresiasi dari seluruh masyarakat terhadap pawai ini. "Pawai Dayak merupakan salah satu aktivitas mencapai misi dan rencana jangka pembangunan daerah melalui Gawai Dayak yang merupakan etnik asli terbesar yang hidup berdampingan," ungkapnya kepada ribuan masyarakat yang hadir saat Gawai Dayak berlangsung, Minggu 20 Mei 2018.

Menurutnya, Pekan Gawai Dayak untuk menjaga keharmonisan alam dan lingkungan. "Karena itu dalam kehidupan sikap dan prilaku berpegang teguh pada adat tradisional dan kearifan," jelasnya.

Nilai luhur mengantisipasi pengaruh dari luar menjadi wawasan seni budaya yang bersifat nasional, merupakan wahana apresiasi sekaligus wadah pelestarian seni budaya masyarakat menuju bangsa yang adil, makmur dan harmonis. "Selain memperkokoh rasa persatuan bangsa," tegasnya.

Presiden Majelis Dewan Adat Dayak, Cornelis saat membuka Gawai Dayak mengakui jika Dayak tak lagi dianggap kuno, "(Menepis anggapan) Dayak primitif, makan oranag, ini yang harus dibuktikan dengan kerja keras harus punya keberanian," ujar mantan Gubernur Kalbar dua periode ini.

Pekan Gawai Dayak. Foto: Dina P/OkezonePekan Gawai Dayak. Foto: Dina P/Okezone

Gawai yang dihadiri oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Australia, Belgia, Philipina dan Malaysia ini dibuka dengan beberapa rangkaian ritual adat Dayak yang juga dihadiri oleh ribuan masyarakat dari seluruh Kalimantan dan beberapa kawasan di Indonesia.

(Baca juga: Ke Pontianak, Jokowi Ucapkan Salam Khas Dayak)

Perwakilan dari Malaysia mengaku bangga dengan hadirnya 600 perwakilan dari Serawak untuk mengikuti acara ini. Menurutnya, acara ini telah membawa kebersamaan sesama suku Dayak. "Kalau kami datang rasanya seperti macam balek ke rumah sendiri, perasaan terharu bila datang menangis. Di Serawak tidak pernah melihat persatuan peekumpulan seperti ini," tutur salah satu dari mereka.

Joseph Oedilo Oendoen sebagai ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) mengatakan, Pekan Gawai Dayak menunjukkan rasa keseriusan dalam budaya Dayak se-Kalimantan. "Sebagai warisan budaya dan bangga akibat pencapaian yang diraih, yang diwariskan kepada anak cucu agar dicintai sebagai wujud kebudayaan nasional," paparnya.

Gawai Dayak juga diisi dengan pernyataan antihoaks, kebencian dan SARA, serta mengutuk keras aksi kekerasan terhadap kemanusiaan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini