nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Implementasikan Pendidikan Kewirausahaan, Untar Gelar Kegiatan Entrepreneur Week

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 11:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 21 65 1900675 entrepreneur-week-implementasi-pendidikan-kewirausahaan-di-untar-R9sDMkrmOn.JPG Untar gelar kegiatan Entrepreuneur Week (Foto: Dok. Untar)

JAKARTA - Universitas Tarumanagara (Untar) adalah perguruan tinggi yang memiliki nilai-nilai integritas, profesionalisme dan entrepreneurship. Guna membangun nilai-nilai tersebut, program studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Untar mengadakan kegiatan yang disebut Entrepreneur Week (EW).

Kegiatan ini merupakan ajang implementasi business plan (rencana bisnis) sebagai bagian dari proses pembelajaran kewirausahaan yang diberikan kepada mahasiswa yang berlangsung selama tiga hari di Mal Baywalk, Pluit, Jakarta. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan pada Jumat 18 Mei 2018. Turut hadir dalam acara Dekan FE Dr. Sawidji Widoatmodjo, M.M, M.B.A mendampingi rektor.

Sejak tahun 2010, Program Studi Sarjana Manajemen telah menawarkan konsentrasi Kewirausahaan kepada mahasiswa. Sasaran yang ingin dicapai adalah menanamkan mindset entrepreneurial dan menyiapkan mahasiswa agar siap menjadi wirausaha ketika mereka lulus. Oleh karenanya dalam kurikulum, mahasiswa telah dipersiapkan sejak semester pertama mendapat mata kuliah terkait berbagai aspek kewirausahaan sehingga kelak mereka punya bekal untuk membangun bisnisnya sendiri.

Pada semester keenam, mahasiswa diwajibkan untuk mengimplementasikan rencana bisnis yang disusun menjadi sebuah prototype dalam sebuah ajang yang dinamakan “Entrepreneur Week”. Pada acara ini mahasiswa diberikan pengalaman dalam berwirausaha dengan memamerkan dan menjual produk dari inovasi bisnis yang akan dijalankan. Setiap kelompok mahasiswa dibimbing oleh dosen yang mengarahkan dari persiapan sampai acara berlangsung.

Rektor Untar Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan mengatakan, Untar sebagai perguruan tinggi yang memiliki ciri entrepreneurial sudah selayaknya menghasilkan pebisnis-pebisnis baru yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Kegiatan yang dilakukan ini merupakan upaya membantu pemerintah dalam mencari jalan keluar masalah pengangguran yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Ini juga bentuk nyata dari implementasi proses pembelajaran di Untar yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Adapun tema yang dipilih untuk EW 11 yakni “Developing Local Genius Through Entrepreneurship”. Tema tersebut dipilih karena peranan UKM di Indonesia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Memberdayakan usaha berbasis kearifan lokal merupakan salah satu upaya agar dapat mengembangkan potensi lokal yang ada di setiap daerah sehingga makin berdaya saing dan menciptakan pemerataan kesejahteraan.

Untar gelar kegiatan Entrepreuneur Week

Tema ini diterapkan oleh Jeanifer yang menjadi salah satu peserta entrepreneur week dengan membuat produk minuman sehat berbahan dasar jamur putih yang diberi nama Fu Fu. Menurutnya ide yang diciptakan bersama rekan-rekannya ini berawal dari ingin membuat minuman tradisional yang sehat namun tetap enak dan segar.

Begitu pula Mustika dan rekannya yang membuat sosis tusuk spaghetti dengan sentuhan khas Indonesia. Ia menambahkan rasa rendang, soto dan gulai pada produk bernama Ghett’In Sausage ini. Mereka sepakat kegiatan entrepreneur week ini sangat membantu karena mahasiswa diberi kesempatan untuk praktik langsung menjadi seorang entrepreneur setelah sebelumnya para dosen memberi bimbingan tentang berbagai hal dalam berbisnis.

Sementara, Dekan FE Dr. Sawidji Widoatmodjo, SE, MM, MBA, berharap para calon entrepreneur dari FE bisa menjadi garda depan kemajuan ekonomi Indonesia. Seraya mengimbau agar selalu kreatif dan terus berinovasi serta menggunakan produk lokal.

Peserta entrepreneur week yang memasuki penyelenggaraan ke-11 ini berjumlah 80 mahasiswa dan didukung oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa Desain (FSRD) yang berjumlah 52 mahasiswa.

Mereka terbagi dalam 17 kelompok yang semuanya bergerak di bidang bisnis kuliner. Sejak tahun 2016, EW didukung oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain melalui Program Studi Sarjana DKV. Dukungan mahasiswa DKV menambah tampilan produk dari mahasiswa semakin kreatif dan inovatif sehingga menambah daya tarik di mata konsumen.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini