nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Mengungsi, 400 Warga Lereng Gunung Merapi Kembali ke Rumah

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 12:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 22 510 1901176 sempat-mengungsi-400-warga-lereng-gunung-merapi-kembali-ke-rumah-220v3OFAsl.jpg Pengungsi letusan freatik Gunung Merapi di Balai Desa Glagaharjo, Sleman, Senin 21 Mei 2018. (Foto: Antara)

YOGYAKARTA - Warga lereng Gunung Merapi yang sempat mengungsi mandiri pada dini hari tadi sudah kembali ke rumah mereka. Tercatat ada lebih 400 warga yang sempat mengungsi akibat dari peningkatan aktivitas Merapi.

"Semalam ada lebih dari 400 orang. Tapi pagi ini sudah kembali," tutur Danang Syamsurizal, Manager Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta saat rakor pasca-peningkatan status Merapi dari Normal ke Waspada di kantor BPBD DIY, Jalan Kenari, Selasa (22/5/2018).

Melihat Aktifitas Gunung Merapi yang Berubah Status Menjadi Waspada dari Boyolali

Warga mengungsi secara mandiri dan tersebar di beberapa titik pengungsian. Setidaknya ada sembilan titik pengungsian yang menjadi titik kumpul warga. "Semalam ada sembilan titik dan itu tersebar," terangnya.

(Baca juga: Gunung Merapi Berstatus Waspada, Ratusan Warga Boyolali Bertahan di Pengungsian)

Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Tehnik Kegunungapian (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaidah mengatakan, dalam status Waspada sebenarnya warga belum perlu mengungsi. Pihaknya juga belum memberikan rekomendasi agar warga mengungsi. Namun itu dilakukan warga sendiri secara mandiri.

"Kalau statusnya awas baru mereka mengungsi," jelasnya.

Melihat Aktifitas Gunung Merapi yang Berubah Status Menjadi Waspada dari Boyolali

Peningkatan status waspasa dilakukan karena adanya aktivitas erupsi freatik. Sangat mungkin status ini akan diturunkan lagi tergantung kondisi dan pengamatan aktivitas Merapi. Namun aktivitas Merapi yang terpantau hanya aktivitas freatik saja.

"Kita akan lihat terus perkembangam. Pasca-2010 pernah ada kenaikan kemudian diturunkan lagi," jelasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini