nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Merapi Berstatus Waspada, Ratusan Warga Boyolali Bertahan di Pengungsian

ant, Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 10:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 22 512 1901123 gunung-merapi-berstatus-waspada-ratusan-warga-boyolali-bertahan-di-pengungsian-qLzHVpZ1TE.jpg Warga sekitar Gunung Merapi mengungsi di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta (Hendra/Antara)

BOYOLALI - Ratusan warga Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang mengungsi karena meningkatnya aktivitas Gunung Merapi dari normal menjadi waspada, masih bertahan di tempat penampungan sementara (TPS) balai desa setempat.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinung, ada 362 jiwa warga Dusun Stabelan yang mengungsi sejak Senin malam, karena jarak tempat tinggalnya paling dekat dengan puncak Merapi, yakni sekitar 3,5 kilometer.

Dia mengatakan bahwa kondisi warga sehat-sehat saja, karena sukarelawan dari Tim BPBD Boyolali bersama Dinas Sosial, PMI, anggota kepolisian, dan TNI naik ke Desa Tlogolele sejak malam tadi.

"Kami selain mengirimkan logistik juga sebanyak 4.500 masker untuk warga. Mereka ditampung di TPS balai desa setempat yang dekat dengan jalan sehingga sewaktu-waktu status Merapi dinaikan bisa langsung diungsikan ke wilayah Magelang yang lebih dekat," katanya, Selasa (22/5/2018).

Menurut dia, para pengungsi kebanyakan anak-anak dan ibu-ibu, sedangkan yang laki-laki dewasa melakukan siaga desa, dan mereka ronda menjaga kampungnya sekaligus memantau perkembangan terbaru Merapi. Namun, pihaknya mengimbau masyarakat dengan status normal menjadi waspada Merapi, agar waspada, saling koordinasi, selalu menjaga kebersamaan, dan bergotong royong.

 

Gunung Merapi (BNPB)

"Status Merapi ada empat yakni normal, waspada, siaga, dan awas. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menginformasikan status Merapi dinaikan dari normal menjadi waspada sejak Senin (21 Mei) malam. Merapi mengalami lutusan empat kali diikuti dengan terjadinya gempa vulkanik dan tremor," katanya.

Sebanyak 362 jiwa warga Stabelan yang terdiri atas 35 balita, 12 lansia, 39 anak-anak, 41 remaja, dan 235 dewasa mengungsi ke TPS Balai Desa Tlogolele Selo Boyolali sekira pukul 20.00 WIB tadi malam.

Warga meninggalkan kampungnya karena tempat tinggalnya berjarak sekitar 3,5 km dari puncak, mereka sedikit trauma dengan peristiwa kejadian letusan Merapi pada 2010. “Kondisi pengungsi sehat sudah ditangani dan kini akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk mengecek kesehatan mereka," kata Bambang Sinung.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini