Di Depan Mahasiswa Universitas Jember, Mentan Cerita Ada KPK di Kantornya

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 23 Mei 2018 16:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 23 65 1901796 di-depan-mahasiswa-universitas-jember-mentan-cerita-ada-kpk-di-kantornya-rdxOpZpvCD.jpg Foto: Mentan di Universitas Jember (Feby/Okezone)

JEMBER - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi pembicara dalam kuliah umum di Kampus Universitas Jember, Jawa Timur. Orang nomor satu di Kementerian Pertanian (Kementan) ini pun berbagi cerita selama mengurusi pertanian di Indonesia kepada para mahasiswa.

Sejak menjabat sebagai menteri pada 2014, Amran mengatakan, gebrakan pertanian sudah dibuat salah satunya dengan merevisi seluruh aturan yang selama ini menghambat. Adapun salah satu aturan yang direvisi terkait pengadaan sarana produksi dulunya harus tender.

"Ini kita revisi, kalau harus tender empat bulan, selesai panen baru bibit dan traktor datang. Saya izin Presiden untuk ubah regulasi ini, karena 72 tahun menyengsarakan, kan tidak mungkin tikus mengatakan tunggu pemerintah lagi tender. Jadi kita putuskan untuk penunjukan langsung," ujarnya di Kampus Universitas Jember, Jawa Timur, Rabu (23/5/2018).

 

Meski telah direvisi, ternyata banyak yang tidak terima. Bahkan ada yang mengatakan, kalau pengadaan tidak tender tapi penunjukan langsung bisa-bisa selesai masa jabatan sebagai menteri pertanian biasanya diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya tidak suka kalau biasa-biasanya, saya mau kerja luar biasa. Untuk memastikan keraguan, eselon I,II,III dan IV jangan biarkan hancur pertanian. Kalau ada yang dipenjara tunjuk aku dan biarkan petani sejahtera," tuturnya.

Guna menjaga hal yang diragukan terjadi, Amran pun langsung melakukan koordinasi dengan KPK untuk meminta pengawasan langsung di lingkungan Kementan. Satu tahun belum ada yang awasi, akhirnya di tahun kedua, tiga orang KPK dikirim untuk mengawasi.

"Ketua KPK kami minta pegawai KPK duduk di ruangan kami. Aku minta kalau perlu patung bapak kalungi KPK simpan di ruangan. Tahun ke dua ada orang KPK, karena takut juga, jangan sampai salah," tuturnya.

 Anggota DPR Amin Santono Diciduk KPK, Penyidik Perlihatkan Kepingan Logam Mulia

Belum selesai, keberadaan KPK ini ternyata tidak disenangi oleh seorang pejabat Kementan. Dia protes karena ada KPK di kantor.

Tanpa menyebut nama pegawai tersebut, Amran menyatakan bahwa dia sudah dicopot dari jabatannya.

"Aku katakan berarti Bapak mau korupsi. Aku copot semua. Kenapa takut sama KPK, Anda harus takut sama Allah bukan KPK," tuturnya.

Keberadaan KPK di lingkungan Kementan ternyata sangat efektif. Pasalnya, ujar Amran, ada kerabat datang meminta proyek langsung di Kementan.

Kerabatnya tersebut minta suatu proyek senilai Rp2 triliun-Rp7 triliun tanpa melalui proses. Proses yang diminta adalah pupuk.

"Singkat cerita KPK muncul, mereka (kerabat Mentan) pelototi maaf kenapa ada OTT atau apa. Saya sampaikan, ini (KPK) teman saya tadi (pembicaraan) sudah disadap, satu lagi bukti. Maksudnya aku bisa hapus dengan catatan jangan minta proyek lagi, beri tahu semuanya karena Kementan ada KPK," tuturnya.

Pada akhirnya, sampai saat ini baik keluarga, kerabat atau siapapun tidak ada yang berani lagi minta proyek. Hal ini pun memperbaiki konotasi Kemntan yang dulu selalu bermasalah.

"Bahkan kita hari ini sudah dapat sebagai kementerian anti gratifikasi terbaik. Ini penghargaan KPK, Alhamdulilah berubah," tandasnya.

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini