nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini, Jaksa Jawab Pleidoi Aman Abdurahman soal Teror Bom

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 30 Mei 2018 06:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 30 338 1904294 hari-ini-jaksa-jawab-pleidoi-aman-abdurahman-soal-teror-bom-uKljRT5zj0.jpg Aman Abdurahman (Reuters)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel) hari ini menggelar sidang lanjutan kasus bom Thamrin dengan terdakwa Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman. Agendanya adalah mendengarkan replik atau jawaban dari jaksa penuntut umum (JPU) atas pleidoi Aman Abdurahman.

"Diagendakan sekitar pukul 08.30 WIB," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur kepada Okezone, Rabu (30/5/2018.

Pada sidang Jumat pekan lalu, usai mendengarkan pembelaan atau pleidoi dari Aman Abdurahman, majelis hakim PN Jaksel memberikan kesempatan kepada JPU untuk memberikan tanggapan alias replik.

Dalam pleidoinya, Aman Abdurahman mempersilahkan Majelis PN Jaksel untuk menjatuhkan vonis mati terhadapnya seperti dituntut JPU. Dia merasa tidak gentar dan takut untuk menerima putusan apapun.

 

Aman Abdurahman di PN Jaksel (Antara)

Namun, Aman menyangkal JPU yang menyatakan dirinya sebagai dalang berbagai aksi teror di Indonesia. Aman menilai bahwa pengkaitan dirinya dengan sejumlah aksi teror di Indonesia merupakan gaya baru aparat penegak hukum untuk menjeratnya.

Pemimpin kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) itu mengaku, tidak mengetahui sama sekali adanya peristiwa ledakan bom di Thamrin, Kampung Melayu dan Gereja Oikumene Samarinda. Bahkan, dia mengaku bisa ketahui rangkaian bom itu ketika dia menjalani proses persidangan.

Selain itu, dalam pembelaannya, Aman menyebut bahwa anggota DPR RI merupakan wujud Tuhan jadi-jadian. Menurutnya, DPR sebagai pembuat aturan yang nantinya akan dijalankan manusia. Dengan kata lain, Aman menilai DPR seolah-olah telah memposisikan dirinya sebagai Tuhan.

 

Sidang pleidoi Aman Abdurahman (Putera/Okezone)

Dalam amar tuntutannya, JPU menyebut bahwa, Aman Abdurahman terbukti menjadi penggerak atau dalang dibalik terjadinya aksi teror bom di Thamrin dan Kampung Melayu Jakarta serta beberapa aksi teror lainnya di Indonesia.

Hal yang memberatkan Amar dalam tuntutan Jaksa Penuntut, diantaranya adalah, Aman merupakan residivis dalam kasus yang sama, yakni terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan.

Jaksa Penuntut juga menyebut bahwa, Aman merupakan penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah. Menurut Jaksa, organisasi tersebut secara nyata menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dianggap kafir dan harus diperangi.

Kemudian, Aman juga dinilai telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat dalam setiap aksi kejahatannya. Bahkan, Aman dinilai telah menghilangkan masa depan seorang anak-anak.

Tak hanya itu, Aman Abdurahman dengan sengaja menyebarkan pemahamannya melalui tulisan yang disebarkan melalui internet yang bisa diakses secara bebas oleh masyarakat dan pengikutnya.

 

Sidang Aman Abdurahman (Putera/Okezone)

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum tak menemukan adanya hal meringankan dalam kasus terorisme yang dilakukan oleh Aman Abdurahman.

Dalam tuntutan primer, Aman dinilai terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati. Sebagaimana dakwaan kesatu primer.

Dakwaan kedua primer, Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini