nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Pertanyakan Tuntutan JPU terkait Keterlibatan Aman Abdurrahman dalam Aksi Teror

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 30 Mei 2018 13:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 30 338 1904460 kuasa-hukum-pertanyakan-tuntutan-jpu-terkait-keterlibatan-aman-abdurrahman-dalam-aksi-teror-0T0aukzwMp.jpg Asludin Hatjani, kuasa hukum Aman Abdurrahman. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Jaksa penuntut umum (JPU) menolak seluruh pleidoi terdakwa Aman Abdurrahman. Kuasa hukum terdakwa Aman Abdurrahman, Asludin Hatjani, menilai JPU tidak bisa membuktikan poin-poin tuntutan terkait keterlibatan kliennya sebagai dalang serangkaian aksi teror, seperti bom Thamrin (2016) dan bom Kampung Melayu (2017).

"Dalam perkara ini JPU tidak bisa membuktikan bahwa terdakwa terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana terorime yang ada kaitannya dengan peledakan bom di Thamrin, Kampung Melayu, dan lainnya," ungkap Asludin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018).

(Baca: JPU Tolak Semua Pleidoi yang Diajukan Aktor Utama Bom Thamrin Aman Abdurrahman)

Sidang replik terdakwa Aman Abdurrahman. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Oleh karena itu, Asludin turut mempertanyakan sikap JPU yang tidak menghadirkan terpidana Iwan Darmawan Mutho alias Rois guna menjadi saksi dalam sidang kliennya.

"Itu dia, sebenarnya fakta persidangan dari semua saksi, khususnya Abu Gar sendiri, menyatakan bahwa amaliyah di Thamrin atas perintah Rois. Harusnya Rois dihadirkan dalam persidangan, mulai dari penyidikan, namun Rois tidak pernah dihadirkan," tegas dia.

Meski begitu, mengenai sidang putusan nanti yang digelar pada 22 Juni 2018, Asludin menyatakan pihaknya menyerahkan semua keputusan kepada majelis hakim yang memiliki wewenang.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada majelis hakim agar mempertimbangkan fakta yang terungkap dalam persidangan, bukan asumsi-asumsi. Jaksa mengatakan ada imbauan dari terdakwa, kalian dengar tadi imbauan tidak ada ajakan amaliah, imbauan terakhir adalah berdoa. Kalau tidak mampu berjuang ke sana, hal terakhir adalah berdoa," jelas dia.

Sidang terdakwa Aman Abdurrahman. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

(Baca: Aman Abdurrahman: Silakan Pidanakan, Mau Hukuman Mati Silakan)

Sebagaimana diketahui, Aman Abdurrahman dinilai terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati. Hal itu sebagaimana dakwaan ke-1 primer.

Dakwaan ke-2 primer, Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini