nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemuda di Bekasi Simpan Ribuan Gram Ganja Siap Edar

Wijayakusuma, Jurnalis · Rabu 30 Mei 2018 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 30 338 1904619 pemuda-di-bekasi-simpan-ribuan-gram-ganja-siap-edar-J4mPnndOab.jpg Foto Ilustrasi Okezone

BEKASI - Upaya memerangi peredaran narkoba terus gencar dilakukan aparat kepolisian. Namun entah kenapa, peredaran narkoba di sejumlah wilayah Tanah Air justru kian masif. Berbagai modus baru pun kerap dilakukan para pengedar, agar pergerakan mereka tak terendus polisi.

Tak tanggung-tanggung, selain menyasar kaum muda, belakangan ini para pengedar juga membidik anak baru gede bahkan pelajar SD yang mencampurkan narkoba ke dalam bahan aneka jajanan khususnya permen. Kondisi ini memperlihatkan betapa bahaya narkoba tengah mencapai klimaksnya, dan harus segera diberantas sampai ke akarnya.

Hal ini pula yang tengah gencar dilakukan Polres Metro Bekasi di wilayah hukumnya. Setelah sebelumnya mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi, pihak Polres kembali mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ganja, oleh seorang tersangka AJS alias T (24).

Penangkapan AJS alias T bermula dari adanya informasi masyarakat bahwa di wilayah Serang Baru dan Cibarusah sering terjadi transaksi narkoba jenis ganja. Berdasarkan informasi tersebut, tim Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi lalu melakukan penyelidikan di kedua wilayah. Petugas pun mendapati ciri-ciri yang mirip dengan tersangka.

Kemudian petugas menyamar sebagai pembeli dan melakukan transaksi kepada tersangka. Namun transaksi selalu dibatalkan tersangka hingga 3 kali. Barulah pada transaksi yang ke 4, tepatnya Jum'at (25/5/2018), tersangka menyanggupi permintaan petugas dan memilih lokasi transaksi di wilayah Setu.

"Tim yang dipimpin Wakasat Resnarkoba lalu menuju lokasi transaksi yang ditentukan tersangka. Namun sesampainya di wilayah Setu, tiba-tiba tersangka merubah lokasi transaksi di wilayah Cibarusah," kata Kapolres Mtro Bekasi, Kombes Chandra Kumara, saat gelar perkara, Rabu (30/5/2018).

Setibanya di wilayah Cibarusah, tersangka lalu merubah kembali lokasi transaksi, tepatnya di depan gerbang jalan masuk Perumahan Mega Regency Jalan Raya Serang-Cibarusah, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Tak lama kemudian, tersangka datang dan langsung disambut dengan penangkapan oleh petugas yang sudah bersiaga di lokasi, sekira pukul 16.30 WIB.

Petugas lalu menggeledah tersangka dan mendapati handphone dan barang bukti ganja yang sempat dilemparkan. Kemudian didapat lagi barang bukti 1 bungkus kantong plastik hitam dirangkap kantung plastik merah, yang berisikan 5 bungkus kertas laminating warna coklat yang masing-masing berisi daun ganja, digantung di sepeda motor Honda Vario nopol B3870FJZ yang dikendarai tersangka.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku masih menyimpan ganja di kediamannya di Perumahan Mutiara Bekasi Jaya Desa Sindang Mulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Pada hari itu juga, petugas menuju kediaman tersangka dan menemukan barang bukti yang diletakkan di bawah kolong tempat tidurnya.

Barang bukti diantaranya, sebuah karung warna putih yang di dalamnya terdapat 9 bungkus lbata dibalut lakban coklat, dimana masing-masing diduga berisikan narkotika jenis ganja dengan berat seluruhnya mencapai 8.957 gram. Lalu ada 1 buah kantong plastik besar hitam yang di dalamnya terdapat 1 pak kertas laminating warna coklat, 2 buah timbangan duduk dan 2 buah wadah, 41 bungkus kertas laminating warna coklat masing-masing berisikan ganja dengan berat 3.334 gram, 4 bungkus kertas laminating warna coklat berisikan ganja dengan berat seluruhnya 413 gram yang dibungkus plastik warna putih.

"Tersangka mengaku hanya sebagai kurir dan mendapatkan ganja tersebut dari W yang masih DPO. W berkomunikasi melalui handphone dan mengarahkan tersangka untuk mengambil ganja di suatu tempat, untuk selanjutnya disimpan dan dikemas, kemudian diantar ke pembeli yang telah memesan kepada W," papar Chandra.

Petugas bersama tersangka kemudian mendatangi lokasi keberadaan W sesuai informasi, yakni di wilayah Ciputat, namun hasilnya nihil. Tak lama tersangka lalu berpura-pura ingin buang air kecil dan minta diantar. Selanjutnya tersangka berusaha melawan dengan mendorong dan mencoba merebut senjata api milik petugas, hingga akhirnya terjadi kontak fisik.

"Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kiri tersangka, untuk mencegah tersangka melarikan diri," ujarnya.

Tersangka kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh petugas, untuk diberikan pertolongan pertama. Selanjutnya tersangka bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres Metro Bekasi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 Sub Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup dan denda sebesar Rp1 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini