Begini Gaya Mahasiswa Unhas Makassar Lawan Terorisme dan Radikalisme

Prayudha, Jurnalis · Rabu 30 Mei 2018 15:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 30 65 1904521 begini-gaya-mahasiswa-unhas-makassar-lawan-terorisme-dan-radikalisme-GuBRaq761t.jpg Foto: Prayudha/Okezone

MAKASSAR - Demi menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah, Bidang Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin menggelar lomba tilawah (pembacaan ayat-ayat suci Al quran) dan Syarhil Quran (pidato kandungan Al Quran) dengan tema Terorisme dan Radikalisme Musuh Kita Bersama di lantai dasar gedung rektorat Unhas, 30 hingga 31 Mei 2018.

Kegiatan Semarak Ramadhan ini merupakan ajang untuk melatih dan membina mahasiswa Unhas dalam kegiatan-kegiatan islami. Acara ini sebenarnya menjadi kegiatan rutin yang digelar oleh Unhas untuk mempersiapkan mahasiswa Unhas untuk mengikuti lomba tilawah, pidato Islam dan lainnya di tingkat nasional. Namun tahun ini kegiatan tersebut tidak diselenggarakan, sehingga acara semarak Ramadhan ini murni untuk syiar Islam dan pembinaan mahasiswa.

“Kegiatan ini benar-benar syiar Islam dan pembinaan mahasiswa dalam mengisi kegiatan bulan Ramadhan,” ujar Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Madris.

semarak ramadan

Madris mengatakan, panitia acara mengangkat tema Terorisme dan Radikalisme Musuh Kita Bersama tersebut sebagai respons maraknya praktik teror di tanah air. Terorisme dan radikalisme menjadi masalah yang mengancam stabilitas dan keamanan nasional. Sehingga, Unhas menganggap penting untuk mengambil tema terorisme dan radikalisme dalam kegiatan ini.

“Terorisme dan radikalisme ini sering kali disalahpahami sebagai jihad oleh kalangan tertentu. Ini yang perlu kita luruskan. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini, “ katanya.

Menurut salah satu peserta lomba Syarhil atau pidato, Muhammad Riski, terorisme melanggar perikemanusiaan, nilai keadilan, dan tatanan kehidupan. Islam tidak pernah mengajarkan terorisme. Malah, Islam melarang keras terorisme.

"Terorisme dan radikalisme bukan bagian dari Islam, dan Islam bukan terorisme dan radikalisme," kata Muhammad Riski dalam pidatonya.

Peringati Harkitnas, Mahasiswa Pencinta Alam se-Jawa Timur Gelar Aksi Tolak Terorisme

Riski mengutip salah satu ayat Al Quran, surah Al Maidah ayat 32, untuk menjelaskan betapa terlarangnya praktik terorisme dalam Islam. Dalam ayat itu disebutkan barang siapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Sebaliknya, barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan semua manusia.

Gaffar Al Qadri yang juga peserta lomba Syarhil mengatakan dalam pidatonya, praktik terorisme sangat meresahkan umat manusia, khususnya kalangan muslim, karena banyak pelaku teror itu sendiri berasal dari kaum muslim. Sehingga, terorisme dan radikalisme tersebut mendesak diluruskan dan diselesaikan di negara ini. Dia menegaskan "terorisme adalah musuh kita bersama."

Semarak Ramadhan tersebut diikuti oleh 52 peserta mahasiswa, 23 orang mengikuti lomba syarhil atau pidato islami, dan 29 peserta lomba tilawah. Untuk hari ini, kegiatan akan difokuskan pada lomba syarhil, dan esok harinya lomba tilawah yang diakhiri dengan acara buka puasa bersama.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini