nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sandiwara Pembunuhan Wartawan Rusia, Ukraina Dikecam Karena 'Informasi Palsu'

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 01 Juni 2018 13:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 01 18 1905393 sandiwara-pembunuhan-wartawan-rusia-ukraina-dikecam-karena-informasi-palsu-uTnGOJyXUM.jpg Arkady Babchenko. (Foto: AFP)

KIEV - Pemerintahan Ukraina dikritik tajam karena membuat sandiwara dan menyebut jurnalis yang kerap berseberangan dengan pemerintah Rusia, Arkady Babchenko, tewas dibunuh.

Pejabat di Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) menyebut Ukraina telah menyebarkan informasi palsu.

Adapun, lembaga Reporters sans Frontieres (RSF) atau Wartawan Lintas Batas menganggap Ukraina menyalahgunakan wartawan untuk perang informasi.

Ukraina berdalih bahwa mereka melakukan hal itu untuk mencegah Rusia yang berencana membunuh Babchenko. Di lain pihak, pemerintah Rusia menyebut itu sebagai provokasi.

BACA JUGA: Lari dari Rusia, Jurnalis Pengkritik Kremlin Tewas Ditembak di Ukraina

Babchenko, wartawan Rusia berusia 41 tahun yang dikenal kritis terhadap rezim Vladimir Putin, mengejutkan publik ketika ia muncul dalam jumpa pers di ibu kota Ukraina, Kiev, Rabu (30/05), sehari setelah diberitakan meninggal dunia.

Kepala Badan Keamanan Ukraina, Vasyl Hrytsak, menyebut sudah menangkap satu orang yang diduga bagian dari komplotan pembunuh bayaran yang dibiayai Rusia.

Setelah Rusia menganeksasi Krimea tahun 2014, hubungan mereka dengan Ukraina memanas. Rusia juga dituding secara diam-diam menyokong gerombolan bersenjata dalam konflik berdarah di Ukraina bagian timur itu.

Kenapa Ukraina dikritik?

Ukraina dituduh merendahkan kredibilitas jurnalis dengan sandiwara ini.

Harlem Desir, perwakilan OSCE di bidang kemerdekaan pers, mengatakan, "Saya menyayangkan keputusan Ukraina menyebar informasi bohong tentang nyawa seorang wartawan."

"Adalah tugas pemerintah menyediakan informasi yang tepat kepada masyarakat," ujar Desir.

Sementara pemimpin RSF, Christophe Deloire, mengatakan, "RSF menyatakan kemarahan yang nyata mengetahui bahwa Dinas Rahasia Ukraina (menyalahgunakan wartawan) untuk menjalankan perang informasi," katanya.

"Sangat berbahaya apabila suatu negara mempermainkan fakta, terutama yang berhubungan dengan wartawan," tambahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut tindakan Ukraina sebagai propaganda yang konyol.

Bagaimana informasi kematian itu dijalankan?

Istri Babchenko berkata menemukan suaminya di gerbang masuk apartemen mereka. Ia mengaku melihat Babchenko ditembak di bagian punggung.

Babchenko kemudian diberitakan meninggal dunia di mobil ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.

Namun Rabu lalu, dunia dikejutkan ketika Babchenko masuk ke ruangan sebuah konferensi pers. "Tentu saya tidak mati," ujarnya.

Babchenko kemudian mencuit dalam akun Twitternya, "Saya akan meninggal pada usia 96 tahun setelah menari di atas batu nisan Putin," ujarnya merujuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut pemerintahannya menawarkan perlindungan bagi Babchenko. Karena, "sepertinya Moskow tidak akan tinggal diam," ujarnya.

Apakah Babchenko adalah target pembunuhan?

Wartawan ini meninggalkan Rusia 2017 setelah menulis laporan tentang kecelakaan pesawat milik Angkatan Bersenjata Rusia yang menewaskan 92 orang.

Babchenko melontarkan tudingan dalam unggahan di akun Facebook miliknya, bahwa Rusia adalah agresor. Pernyataan itu membuat dirinya menerima sejumlah ancaman pembunuhan.

BACA JUGA: Jurnalis Rusia, Arkady Babchenko Gelar Konferensi Pers 24 Jam Setelah "Dibunuh" di Ukraina

Babchenko mengatakan sebulan lalu dia telah diberitahu tentang rencana Rusia terhadapnya. Dia telah bersepakat untuk bekerja sama dengan penanggulangan operasi telik sandi Ukraina.

Hrytsak menuduh otoritas keamanan Rusia telah merekrut seorang warga Ukraina untuk mencari pembunuh bayaran.

Pimpinan Badan Keamanan Ukraina itu berkata, warga itu telah mendekati sejumlah orang, menawarkan uang US$30.000 untuk membunuh. Salah satu orang yang ditawari itu, klaim Hrytsak, memaparkan hal itu kepadanya.

Para tokoh publik korban pembunuhan di Kiev

Juni 2017: Pejabat intelijen angkatan bersenjata Ukraina, Maxim Shapoval, tewas dalam insiden bom mobil

Maret 2017: Mantan anggota parlemen Rusia, Denis Voronenkov, ditembak mati di depan sebuah hotel

Juli 2016: Jurnalis kenamaan Belarusia sekaligus pengkritik Rusia, Pavel Sheremet, tewas dalam peledakan mobil.

April 2015: Jurnalis Ukraina yang dikenal pro-Rusia, Oles Buzyna, ditembak mati di pekarangan rumahnya

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini