Asap Putih Terlihat Pasca-Erupsi Gunung Merapi, Ada Vegetasi yang Terbakar?

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 01 Juni 2018 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 01 510 1905373 asap-putih-terlihat-pasca-erupsi-gunung-merapi-ada-vegetasi-yang-terbakar-pbsVOJN6M2.jpg Gunung Merapi erupsi. (Foto: BNPB)

YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali erupsi sekira Pukul 08.20 WIB, Jumat (1/6/2018), dengan amplitudo maksimum 77 mm dan dengan durasi 2 menit. Tinggi kolom letusan 6.000 meter mengarah ke Barat Laut, berdasarkan pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah.

Akibat erupsi ini, terjad hujan abu di sekitar Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Jrakah dan di Pos PGM Selo. Pada awal letusan, angin mengarah ke Barat Laut namun pada pukul 08.30 WIB, angin mengarah ke Barat Daya.

Akibat erupsi ini, dari Pos PGM Jrakah dan Babadan tampak asap putih di area hutan di sektor Barat Laut yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari puncak.

Merapi erupsi. Foto: Ist

“Kemungkinan mengindikasikan adanya vegetasi yang terbakar,” jelas Rudi Suhendar, Kepala Badan Geologi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta dalam keterangan tertulisnya.

(Baca juga: Gunung Merapi Meletus Lagi)

Pada hari Kamis (31/5) terjadi embusan sebanyak 4 kali, volkano tektonik (VT) sebanyak 5 kali dengan kedalaman dominan di bawah 3 km dari puncak. Guguran tercatat 11 kali dan tektonik 1 kali.

“Terjadinya gempa VT ini menjadi indikasi proses magmatis berpengaruh pada letusan pagi ini,” jelasnya.

Gunung Merapi erupsi. Foto: Ist

Ekstrusi magma ke permukaan masih membutuhkan waktu mengingat diperkirakan posisi magma saat ini masih berada di bawah 3 km, berdasarkan kedalaman gempa VT yang terjadi. Data deformasi tidak menunjukkan adanya gejala inflasi atau deflasi yang berarti.

“Data geokimia dari pemantauan SO2 di puncak Merapi tidak menunjukkan adanya peningkatan flux,” jelasnya.

Mendasar pada letusan pagi ini, dan data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi sehingga tingkat aktivitas masih ditetapkan pada tingkat Waspada atau Level II. Warga tetap tidak diperkenankan beraktivitas di radius 3 kilometer dari puncak.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini