UNS Sebagai Benteng Pancasila, Luncurkan Gerakan Membaca Kitab Suci Setiap Hari

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 01 Juni 2018 08:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 01 65 1905318 uns-sebagai-benteng-pancasila-luncurkan-gerakan-membaca-kitab-suci-setiap-hari-EVcxIz4aEG.jpg Hari Lahir Pancasila (Ilustrasi: Ant)

SOLO - Tangkal isu radikalisme yang semakin berkembang di Indonesia, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo canangkan “Gerakan Membaca Kitab Suci Setiap Hari bagi Semua Pemeluk Agama masing-masing”.

Rektor UNS Ravik Karsidi menyebut jika gerakan membaca kitab suci ini sangat relevan dilakukan oleh semua pemeluk agama yang ada di Indonesia. Pada hakikatnya semua agama mengajarkan hidup damai dan toleran dengan sesama umat manusia.

"Kebetulan bulan ini, bulan Ramadhan saya deklarasikan mencintai Kitab Suci untuk masing-masing pemeluk agama," jelas Ravik saat wawancara khusus dengan Okezone.

Kirab Grebeg Pancasila Tingkatkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Menurut Ravik, banyaknya tindakan masyarakat yang keliru salah satunya dipicu oleh kurangnya pemahaman terkait agamanya. Dengan membiasakan diri membaca kitab suci setiap hari oleh setiap pribadi yang beragama akan bisa memahami, mencintai, lalu mengamalkan ajaran dalam kitab sucinya masing-masing.

“Dengan begitu, kita harapkan akan tercipta kesalehan individu dan pada gilirannya juga berdampak pada kesalehan sosial di lingkungan kampus," tegas Ravik.

Gerakan membaca kitab suci ini, lanjut Ravik bisa dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari beberapa orang. Sehingga masing-masing kelompok yang terdiri dari 30 orang ini bisa menyelesaikan 30 juz selama periode waktu tertentu.

Kirab Grebeg Pancasila Tingkatkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

"Misalkan, target 1 minggu 1 juz ,itu bisa dilakukan secara berkesinambungan, konsisten dan sudah dipraktekkan di UNS oleh beberapa orang dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang beragama Islam,” papar Ravik.

Bahkan dengan dengan kemajuan teknologi menggunakan grup whatsapp, bisa berkumpul untuk berdiskusi dan memperdalam pemahaman melalui Focus Group Discussion. Disarankan tahapannya dapat dimulai dengan membaca mulai lafal, terjemahan, hingga tafsirnya.

Diharapkan ke depannya, gerakan ini akan terus dilanjutkan dengan melibatkan semakin banyak kalangan dari semua penganut agama. Bahkan bisa menular ke kampus lain dan semua kalangan masyarakat.

“Gerakan ini sekaligus juga sebagai perwujudan komitmen kami sebagai Kampus Benteng Pancasila,” pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini