nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UNS Kirim Dosen ke Lemhanas untuk Berikan Pemahaman bagi Mahasiswa

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 01 Juni 2018 08:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 01 65 1905322 uns-kirim-dosen-ke-lemhanas-untuk-berikan-pemahaman-bagi-mahasiswa-aM9wDuyo39.JPG Rektor UNS Ravik Karsidi (Foto: Bram/Okezone)

SOLO - Sejak awal berdiri Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah telah memproklamasikan sebagai kampus Pancasila.

Sebagai kampus pancasila, Rektor UNS Ravik Karsidi menghimbau pada masyarakat, untuk lebih memahami dan memaknai arti radikalisme agar tidak memunculkan pemahaman makna yang berbeda.

Menurutnya dalam suasana lingkungan kampus konteks untuk 'berpikir' itu boleh saja, karena ilmiah. Dan biasanya di lingkungan kampus itu orang yang kreatif itu justru berpikir radikal dan itu boleh saja. Radikal dalam arti berpikir dan berolah ilmu itu sah-sah saja.

Kirab Grebeg Pancasila Tingkatkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

"Namun yang ingin saya luruskan adalah apakah iya pemikiran radikal itu linear dengan aksi terorisme. Jangan disimplifikasikan seperti itu," jelas Ravik saat wawancara khusus dengan Okezone.

Menurut Ravik saat ini sudah terbentuk opini di dalam masyarakat, di mana paham radikal tersebut itu yang digiring masuk bahwa kampus menjadi 'pemasok' paham radikalisme, Padahal itu belum tentu terjadi. Dan secara tegas Ravik sampaikan di lingkungan kampus tidak pernah mengajarkan mahasiswanya melakukan aksi terorisme.

"Saya menjamin sebenarnya kampus-kampus tidak pernah sekalipun mengajarkan aksi terorisme," lanjut Ravik.

Ravik menegaskan, pihak UNS terus mewaspadai adanya aksi radikalisme yang mengarah dalam aksi terorisme di lingkungan kampus. Dirinya juga menghimbau pada civitas akademika dan alumni UNS untuk menjauhkan diri dari paham radikalisme.

Kirab Grebeg Pancasila Tingkatkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

"Semua pihak (pemerintah) dan juga kampus juga harus waspada. Khususnya hal-hal yang bersifat radikal yang menjurus pada aksi terorisme," lanjutnya.

Ravik juga menyampaikan, pemerintah dalam mengatasi masalah ini (radikalisme) ini jangan terburu-buru. Jangan terlihat panik, karena pengambilan keputusan dalam kondisi panik justru tidak tepat. Pastinya lanjut Ravik, dirinya sepakat apabila semua pihak termasuk kampus harus berhati-hati. Harus melakukan satu upaya "pembentengan" atau pencegahan.

UNS juga memberikan kuliah untuk masing-masing agama, termasuk juga diberikan fasilitas untuk beribadah agar mencegah masuknya paham radikalisme. Mendukung program tersebut, UNS juga mengirimkan para dosennya untuk 'sekolah' di Lemhanas selama 11 hari. Untuk belajar sains dan kurikulum di Lemhanas. Tujuannya agar mahasiswa bisa mendapatkan pembelajaran yang benar dari para dosen.

"Target kami sampai tahun ini ada 270 dosen kami sekolahkan di Lemhanas. Dan itulah salah satu cara melindungi masuknya paham radikalisme ke kampus," pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini