nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kang Dedi: Bukan Hanya Simbol Ideologi, Pancasila Harus Diterjemahkan Dalam Kehidupan

Mulyana, Jurnalis · Sabtu 02 Juni 2018 00:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 02 525 1905561 kang-dedi-bukan-hanya-simbol-ideologi-pancasila-harus-diterjemahkan-dalam-kehidupan-d6brv8lJJF.jpg Dedi Mulyadi (foto: Ist)

PURWAKARTA - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berpendapat, Pancasila itu jangan hanya dijadikan simbol pengakuan semata. Tapi, harus juga diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, memupuk kembali rasa persatuan melalui gotong royong dan membangun keadilan bagi seluruh masyarakat. Artinya, harus lebih diaplikasikan‎ dalam kehidupan nyata.

"Pancasila itu harus jadi spirit untuk mewujudkan kesejahteraan semua elemen masyarakat," ujar Dedi kediamannya di Purwakarta.

Cawagub Jabar Dedi Mulyadi Sampaikan Visi Misi Saat Dialog di Unpar Bandung

Menurut Dedi, pendalaman ideologi Negara itu dalam konteks kelembagaan memang penting. Akan tetapi, menjadikan Pancasila sebagai alat penggerak untuk 'keguyuban' masyarakat, itu jauh lebih penting.

"Misalnya, saling membantu antar sesama yang mengalami kesusahan," jelas dia.

Selain itu, dalam pengamalannya negara harus juga memberlakukan reward dan punishment untuk masyarakat. Misalnya, mengapresiasi kepada masyarakat yang rajin goyong royong dan memberikan hukuman bagi masyarakat yang individualis.

"Karena terkadang, banyak yang mengaku pancasialis tapi sama tetangga saja tak saling kenal," seloroh dia.

Dedi juga berpendapat, Negara berkewajiban untuk menciptakan kehidupan sosial untuk warganya. Sehingga, Pancasila yang menjadi ideologi negara ini hadir untuk menjadi solusi. Jadi, bukan hanya sekedar perdebatan wacana.

"Pancasila itu sudah final sebagai ideologi negara. Jadi, fokusnya bukan lagi wacana, tetapi harus dijadikan spirit perubahan bangsa. Kehidupan sosial yang harmonis harus tercipta. Kemudian, Negara harus memperhatikan kebutuhan warga miskin. Misalnya, ketersediaan pangan, sandang dan papan," tegas dia.

Jadi, menurut dia, Pancasila itu bukan hanya simbol saja. Tapi, harus menjadi nilai aplikatif, bahkan dalam system kenegaraan maupun hukum. Selain itu, harus dirumuskan pula kerangka berfikir Pancasila yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dedi menilai, kerangka berfikir Pancasila, harus sudah menjadi dasar dalam system kehidupan bernegara. Termasuk, penjabaran kaidah-kaidah dari isi setiap sila pancasila itu sendiri yang bisa sekaligus mengatur masyarakat.

Ilustrasi Hari Lahir Pancasila (foto: Okezone) 

Dia menjelaskan, dari sila pertama saja sudah tergambar bagaimana Pancasila membangun semangat toleransi dalam berkeyakinan. Contoh lainnya, membangun semangat gotong royong melalui kaidah persatuan, serta mengedepankan musyawarah dalam menghadapi masalah, hingga berkeadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Jadi, menurut saya, Nilai ketuhanan, kemanusian, persatuan, permusyawaratan hingga berkeadilan yang merupakan isi Pancasila, merupakan kerangka berfikir yang sangat luar biasa. Apalagi, bisa diterjemahkan dalam keseharian," ‎pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini