Sempat Dibolehkan, Kini Polisi Larang Sahur On The Road

Badriyanto, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 14:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 04 338 1906301 sempat-dibolehkan-kini-polisi-larang-sahur-on-the-road-fZD7bKC0Vx.jpg Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya melarang kegiatan Sahur On The Road (SOTR), karena dijadikan ajang tawuran oleh sekelompok orang sebagaimana terjadi di beberapa lokasi di Jakarta pada Minggu 3 Juni kemarin dini hari. Sebelumnya, jelang Ramadhan polisi sempat tak melarang kegiatan SOTR tersebut karena dianggap positif.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan, sejak kejadian tawuran yang dilaku oleh para pelaku SOTR, yang terjadi secara bersamaan di tiga lokasi itu kini kegiatan SOTR tidak boleh lagi dilakukan di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

"Kita sudah memberitahukan di awal bulan Ramadan. Kita mengimbau tidak dibenarkan untuk melaksanakan SOTR," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/6/2018).

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu melanjutkan, sejak SOTR itu dilarang, polisi akan mulai menyisir melakukan penindakan terhadap peserta SOTR yang nekat melakukan aksi kriminal dan menganggu ketertiban umum berkedok SOTR.

"Kita akan menindak dan kita akan membubarkan SOTR seandainya itu ada pelanggaran pidana," terang Argo.

Sebelumnya, Argo menyebut pihaknya tidak mempersoalkan adanya kegiatan SOTR selama Ramadan, asalkan kegiatannya bersifat positif seperti membagi-bagi sedekah kepada kaum dhuafa yang ada di jalanan.

"Tentunya kalau kegiatan banyak untungnya, untuk kepentingan baik, untuk memberikan sedekah bagi fakir miskin enggak apa-apa," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis 17 Mei lalu.

Bahkan ia mengimbau agar warga yang hendak berkonvoi saat SOTR bisa tertib di jalan raya. Dan berharap setiap warga yang menggelar SOTR di jalanan tak mudah tersinggung dengan kelompok lain yang bisa menimbulkan bentrok di jalan.

"Tapi nanti kita harapkan tidak terjadi dengan adanya SOTR untuk kebut-kebutan, balapan, tawuran, kemudian juga membunyikan musik keras di situ. Nanti itu akan menggangu orang lain. Itu diharapkan tidak dilakukan," kata dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini