MNC Media "Doktrin" Mahasiswa PNJ dalam Kuliah Umum Jurnalistik

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 20:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 04 65 1906484 mnc-media-doktrin-mahasiswa-pnj-dalam-kulum-jurnalistik-aqT4eob60K.jpg Foto: MNC Media Beri Pelatihan Jurnalistik di PNJ (Dok MNC Media)

JAKARTA - Perhelatan kuliah umum bertajuk “Penyajian Berita di Era Digital (TV dan Online)” digelar di Aula Gedung Z, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) pada Senin (4/62018) pukul 10.00 WIB.

Acara yang diadakan khusus untuk mahasiswa semester dua prodi Penerbitan (Jurnalistik) PNJ ini menghadirkan dua pembicara, yakni Lukman Hanafi dari iNews TV, dan Fetra Malona Hariandja dari Okezone.com.

Kuliah yang dimoderatori oleh Ade Hariani ini diawali dengan sambutan dari Mohammad Fauzy, mewakili ketua jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan yang tidak bisa hadir. Setelahnya Nicolaus Uskono selaku Corporate Secretary iNews juga memberikan sambutan di depan para mahasiswa Penerbitan (Jurnalistik) semester dua.

 

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh perwakilan dari Okezone.com, Fetra. Dalam penyampaian materinya, dijelaskan bahwa media daring menjadi media massa yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dengan rentang umur di bawah 40 tahun. Sementara itu, pengguna media cetak lebih banyak dikonsumsi pembaca dengan umur di atas 40 tahun.

“Verifikasi sangat penting dilakukan oleh seorang wartawan. Alangkah baiknya, verifikasi itu didapat dari narasumber agar kebenarannya mampu dipastikan,” jelas Fetra.

Di samping itu, menurut Fetra, keakuratan dan kecepatan pembaharuan di media daring sangat penting. Oleh karena itu, wartawan media daring perlu membakar semangat dalam menjalankan pekerjaannya.

 

Di hadapan mahasiswa, Fetra menegaskan bahwa kunci untuk menjadi wartawan adalah mental yang kuat. “Jika ketika diberi tugas oleh atasan untuk meliput, lalu mengeluh panas, cape, atau semacamnya, lebih baik jangan menjadi wartawan,” tutupnya.

Selanjutnya adalah pemberian materi oleh Lukman Hanafi. Lukman memberikan pengetahuan dan pengalamnnya kepada para mahasiswa terkait dengan penyajian berita di televisi. Menurutnya, penulisan naskah berita di televisi lebih sedikit jika dibandingkan dengan media cetak. Namun, dalam prosesnya, wartawan media televisi lebih lelah untuk menyajikan beritanya.

“Di berita TV, naskah beritanya lebih sedikit karena sudah banyak konten visual yang disajikan,” tutur Lukman.

 

Dia juga menjelaskan tentang perbedaan antara TV, media online, dan media cetak. Menurutnya, penulisan naskah berita pada media TV dilakukan setelah penyajian gambar dan visual. Sementara di media online dan cetak, penulisan naskah berita dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian gambarnya disisipkan.

Lukman mengatakan, pemberitaan di media TV mengguankan bahasa yang bertutur agar pemirsanya musah menangkap, mengerti, dan tidak perlu berfikir “berat” untuk menerima informasi. Kalimat yang efektif juga digunakan, mengingat durasi pemberitaan yang dituntut singkat.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini