nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alquran Sulaman Raksasa dari Pengusaha Tionghoa untuk Indonesia

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 11:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 05 337 1906689 alquran-sulaman-raksasa-dari-pengusaha-tionghoa-untuk-indonesia-hB09Msauxp.jpeg Prosesi penyerahan Alquran sulaman raksasa dari pengusaha Malaysia ke Indonesia (Achmad/Okezone)

JAKARTA – Pengusaha Tionghoa dari Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew menyumbangkan mushaf Alqur’an berukuran besar yang dibuat dengan sulaman ke dunia Islam. Menariknya, Alquran raksasa itu diserahkan melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai sebagai pemimpin negara dengan Muslim terbesar di dunia.

Alquran sulaman raksasa tersebut dibuat secara manual dengan sulaman tangan oleh komunitas Muslim Haiyuan, Ningxia, provinsi otonomi khusus Muslim di China. Warga di sana memiliki tradisi kuat dalam menyulam.

"Proses pengerjaaan sulaman mushaf sepanjang 17 meter ini membutuhkan ketelatenan, ketelitian dan ketrampilan khusus sulam," kata Lee Kim Yew saat prosesi penyerahan Alquran sulaman raksasa itu di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Senin 4 Juni kemarin.

Jokowi diwakilkan utusan khususnya untuk Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Prof. M. Din Syamsuddin ke seremonial tersebut. Din menjelaskan bahwa sumbangan Mushaf itu bermula dari pertemuannya dengan Tan Sri Lee.

 

"Tan Sri Lee berniat menyumbangkannya kepada umat Islam melalui Raja Saudi Arabia yang dikenalnya sebagai pusat agama Islam. Lantas saya usulkan mengapa tidak melalui Presiden Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia,” ujar Din.

Menurut Din, Indonesia dipilih sebagai pihak penerima Alqur’an sulaman raksasa merupakan cerminan betapa pentingnya posisi Indonesia bagi dunia Islam, kerukunan Tionghoa dan non-Tionghoa untuk menjadi jembatan kebudayaan di Indonesia, serta merekatkan hubungan dan pemahaman budaya China dan dunia Islam.

"Mungkin ini satu-satunya mushaf Alqur'an yang ditulis di atas kain dengan sulaman dan dalam ukuran besar yang ada di dunia, bahwa dialog menggunakan medium kitab suci adalah karena dialog, antaragama maupun antar-peradaban, haruslah berlangsung dalam kesucian hati dan pikiran," tutupnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini