nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri: Ideologi Terorisme Seperti Virus dan Candu Narkotika

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 19:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 05 337 1906884 kapolri-ideologi-terorisme-seperti-virus-dan-candu-narkotika-Kj4Q7IpiT5.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ideologi terorisme layaknya virus yang bisa menyerang ke mana saja. Bahkan, kata dia, pemikiran radikalisme itu seperti Narkotika yang bisa menjadi candu untuk seluruh elemen masyarakat.

Menurut Tito, ideologi terorisme sudah tak pandang bulu. Mulai dari kalangan atas, menengah, dan bawah bisa terpapar. Begitupula dengan aparat kepolisian.

"Bisa mulai dari yang bawah, bisa mulai dari masyarakat umum, satu keluarga seperti yang di Surabaya maupun mahasiswa, bahkan polisi juga, kasus di Jambi, sudah terpapar juga ideologi itu," ucap Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).

Pemahaman radikalisme di Indonesia saat ini dinilai seperti puncak gunung es. Masalah utama ideologi terorisme adalah penyebaran yang memanfaatkan kebebasan demokrasi.

"Kedua karena adanya kemajuan teknologi informasi karena terutama ada sosial media, internet dan lainnya," tutur dia.

Adapun langkah-langkah untuk menanggulanginya adalah dengan dua cara, yakni melakukan penegakan hukum dan membendung ideologi terorisme dengan ideologi lainnya.

Untuk itu, mantan Kepala BNPT ini mengajak seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah untuk membendung dan menetralisir ideologi radikal.

"Ini melibatkan pemerintah, stakeholder yang lain maupun masyarakat, termasuk ormas-ormas juga perlu untuk kerja bersama-sama. Ini harus diorganisir dalam rencana aksi nasional untuk membendung dan menetralisir ideologi radikal," tutur Tito.

Sementara itu, Polisi juga bekerjasama denga institusi akademik. Dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan masuk menjalankan program deredikalisasi sebagai bentuk penangkalan ideologi terorisme.

“Ini melibatkan bnayak stakeholder seperi Kemendikbud, Kemendikti, Kemenag, Polri, TNI, BNPT, Kemenpora, KemenPPA, dan macam-macam. Ormas seperti mungkin NU, MUI, Muhammadiyah dan lain-lainn serta harus dirumuskan aksi nasional untuk membendung ideologi terorisme ini,” tutup dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini