nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Aksi Teror, TNI Bantu Polri Deteksi Jaringan JAD

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 16:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 05 337 1906886 cegah-aksi-teror-tni-bantu-polri-deteksi-jaringan-jad-A2DhxYcbgB.jpg Prajurit Raider TNI simulasi antiteror di Makassar (Antara)

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa pihaknya ikut turun tangan membantu Polri untuk mengawasi pergerakan sel-sel dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Perbantuan itu dilakukan bagian dari pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Antisipasi aksi terorisme dengan acara aparat cegah dan deteksi dini kepada jaringan JAD," kata Hadi di Rapat Kordinasi Kesiapan Pengamanan Idul Fitri di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).

JAD diklaim Polri sebagai kelompok yang berafiliasi ke ISIS. Dipimpin oleh Aman Abdurahman, JAD diduga berada di balik berbagai aksi teror di Tanah Air.

Hadi menyebut Korps Militer juga membantu dalam rencana tindakan kontijensi (Ratinkon) untuk pengamanan sepanjang arus mudik dan balik Lebaran berlangsung. Untuk penjagaan di jalur mudik, Hadi menyebut akan berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Panglima TNI dan Kapolri saling hormat (Antara)

"Begitu juga di pelabuhan, kami kerjasama dengan Perhubungan laut, darat dan termasuk tempat ibadah, selama perayaan dan saat berlangsung salat Id," tutur dia.

Kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap adanya kemungkinan aksi terorisme di saat Bulan Ramadan. Menurutnya, kelompok radikalisme itu memiliki idiologi dengan menganggap puasa adalah bulan Amaliyah.

Menurut Tito, kelompok terorisme itu berpandangan akan mendapatkan pahal yang besar apabila melakukan jihad saat bulan Amaliyah. Oleh sebab itu, pihaknya masih terus mendeteksi dini pergerakan kelompok radikal itu.

 

Panglima TNI dan Kapolri saat buka puasa bersama (Antara)

"Bukan justru diam pas bulan Ramadan (kelompok terorisme). Beberapa peristiwa seperti bom Bali II, bom Kedubes Australia itu menyettingnya di bulan Ramadan," ungkap Tito.

Dengan adanya potensi itu, Tito menyebut, telah mengeluarkan perintah kepada seluruh Kapolda untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) antiteror untuk mengawasi dan mendeteksi pergerakan sel-sel kelompok terorisme.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini