nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Antisipasi Aksi Terorisme Jelang Lebaran

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 17:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 05 337 1906897 kapolri-antisipasi-aksi-terorisme-jelang-lebaran-1WPfvYKy2j.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (foto: Antara)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap adanya kemungkinan aksi terorisme di saat Bulan Ramadan. Menurutnya, kelompok radikalisme itu memiliki idiologi dengan menganggap puasa adalah bulan Amaliyah.

Menurut Tito, kelompok terorisme itu berpandangan akan mendapatkan pahal yang besar apabila melakukan jihad saat bulan Amaliyah. Oleh sebab itu, pihaknya masih terus mendeteksi dini pergerakan kelompok radikal itu.

Dugaan Jaringan Teroris Riau, Polisi Geledah Gelanggang Mahasiswa UNRI Polisi Geledah Lokasi Terduga Teroris (foto: Antara)

"Bukan justru diam pas bulan Ramadan (kelompok terorisme). Beberapa peristiwa seperti bom Bali II, bom Kedubes Australia itu menyettingnya di bulan Ramadan," ungkap Tito.

Dengan adanya potensi itu, Tito menyebut, telah mengeluarkan perintah kepada seluruh Kapolda untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) antiteror untuk mengawasi dan mendeteksi pergerakan sel-sel kelompok terorisme.

Disisi lain, Tito menekankan perlunya bantuan dari pihak terkait lainnya dalam memberangus jaringan terorisme. Dia mengimbau kepada seluruh kepala daerah untuk kembali mengaktifkan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Forum itu, kata Tito bisa menjadi solusi untuk menekan idiologi radikalisme yang dipaparkan oleh antek-antek jaringan terorisme. "Kalau kepala daerahnya peduli berikan anggaran maka FKUB nya akan aktif. Tapi kalau tidak diberi anggaran tidak aktif dan idiologi terorisme ini berkembang, bebas," imbuh Tito.

Kapolri Tito Karnavian dan Komisi III Bahas Pengamanan Pilkada Serentak 2018 Kapolri Jenderal Tito Karnavian Bersama Wakapolri Komjen Syafruddin (foto: Antara)

Selain Puasa, Tito menyebut, adanya kemungkinan aksi terorisme di saat Hari Raya Lebaran. Mengingat, kelompok terorisme kerap mengidentifikasi masyarakat lain diluar kelompok mereka adalah kaum kafir.

Pada medio tahun 2011 silam, sempat terjadi aksi teror ledakan pada sebuah Mesjid di Cirebon ketika melaksanakan Salat Jumat berjamaah.

"Jadi kita harus waspada juga di Ramadan dan Hari Raya. Kita juga harus waspada pada malam takbiran itu opening penting yakni piala dunia. Ada malam takbir dan ada pembukaan sepak bola," tutup dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini