nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Sebut Kelompok Terorisme Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 20:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 05 337 1906981 kapolri-sebut-kelompok-terorisme-manfaatkan-kemajuan-teknologi-caMhOfmfz0.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut kelompok terorisme dewasa ini memanfaatkan celah kemajuan teknologi dalam menyebarkan idiologinya. Media Sosial (Medsos) menjadi sarana yang digemari untuk memaparkan paham radikalisme.

"Kami mengidentifikasi ada penyebaran itu hampir ke semua wilayah kerena memang memanfaatkan sosial media, memanfaatkan internet, jadi tidak perlu crossing bergerak langsung ke wilayah itu karena internet atau dunia cyber itu borderless," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).

Contoh kasusnya, sambung Tito, kasus dua wanita yang diamankan di Mako Brimob beberapa waktu lalu. Keduanya mengaku mendapatkan pemahaman ideologi teroris ini dari sosmed, telegram dan lainnya.

"Kemudian dia justru dibaiat melalui secara tidak langsung melalui video call. Akhirnya jadi fenomena," katanya.

Kendati begitu, Tito tak merinci daerah mana saja yang sudah paling banyak terpapar paham radikalisme. Tito meminta kepada masyarakat untuk mempercayakan dan ikut terlibat dalam membendung dan menangkal ideologi terorisme dan radikalisme.

"Kami tidak ingin menimbulkan publik menjadi galau karena adanya titik sel-sel (ideologi terorisme) yang ada. yang jelas publik percayakan kepada kita, kepada pemerintah dan dukung bersama-sama agar dapat menangani permasalahan penyebaran ideologi terorisme ini jangan saampai kemana-kemana," paparnya.

Oleh sebab itu, Tito meminta kepada masyarakat, untuk selalu waspada dan jangan mudah terbawa ke ideologi terorisme. Masyarakat diminta kembali mengecek dan menanyakan kepada tokoh lainnya agar mendapatkan pemahaman yang lain.

Lebih lanjut, mantan Kapolda Metro Jaya ini menyebut setelah aksi teror di Surabaya tidak ada status siaga satu. Namun, dirinya meminta kepada anggotanya untuk tetap waspada.

"Karena mereka kebanyakan menyasar anggota polisi ya. Saya tidak melakukan siaga satu tapi meningkatkan kewaspadaan," tutup Tito.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini