nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Sebut Penambahan Anggaran Rp44,4 Triliun Juga untuk Tanggulangi Terorisme

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 06 Juni 2018 01:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 06 337 1907061 kapolri-sebut-penambahan-anggaran-rp44-4-triliun-juga-untuk-tanggulangi-terorisme-41lvXDrVvW.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Antara)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusulkan adanya penambahan anggaran sebesar Rp44,4 triliun dari yang telah ditetapkan dalam pagu indikatif sebesar Rp76,9 triliun untuk rencana kerja Polri pada 2019‎. Tito mengatakan, penambahan anggaran itu juga untuk meningkatkan penanggulangan terorisme.

Ia menjelaskan, dengan adanya tambahan anggaran itu, pihaknya akan menambah jumlah satuan tugas (satgas) Densus 88 Antiteror, dari sebelumnya 16 menjadi 34 satgas.

"‎Lalu tantangan-tantangan lain seperti terorisme, saya ingin perkuat Satgas Densus yang selama ini hanya 16 satgas. Saya ingin jadi 34 Satgas. Ada di tiap provinsi," ujar Tito setelah rapat kerja dengan Komisi III di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Antara)

Tak cuma Densus 88, kata Tito, Polri juga akan menambah penguatan penanganan kasus narkoba, siber, penjualan manusia, dan hingga konflik sosial dengan memanfaatkan anggaran tambahan tersebut.

‎"Karena usulan penganggaran pemerintah butuh persetujuan DPR maka kita sebagai mitra Komisi III menyampaikan agar mendukung pada Polri," jelasnya.

Sementara itu, Kapolri mengatakan, penambahan anggaran sebesar Rp44,4 triliun itu karena adanya kekurangan untuk belanja modal dan pegawai serta pengamanan Pemilu 2019.

(Baca Juga : Kapolri Sebut Kelompok Terorisme Manfaatkan Kemajuan Teknologi)

"Memang yang kurang untuk belanja modal dan belaja pegawai. Dari rapat dengan Kemenkeu dan BPN/Bappenas, trilateral meeting, dari target-target yang akan dicapai tahun depan ada pemilu pileg, pilpres yang perlu APBN.

(Baca Juga : Jokowi: TNI-Polri Solid Bersatu Lawan Terorisme)

“Beda dengan pilkada yang bersumber dari APBD masing-masing dan Mabes Polri bagi ke wilayah-wilayah," ujar Tito.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini