nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satu Desa Satu Hafidz Alquran Siap Jadi Program Andalan Dedi Mulyadi

Mulyana, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 11:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 08 525 1908148 satu-desa-satu-hafidz-alquran-siap-jadi-program-andalan-dedi-mulyadi-CtW69Aq25S.jpg

BANDUNG - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mencanangkan program satu desa satu Hafidz Alquran. Hal ini dia paparkan saat menerima undangan warga Desa Cipta Gumati. Tepatnya, di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, program ini tercetus dalam rangka menciptakan generasi qurani di provinsi berjumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.

Menurut Dedi, program ini berlaku khusus bagi mereka yang masih anak-anak dan remaja. Usia tersebut menurutnya sangat mudah menerima hafalan Alquran saat ber-talaqi (metode setor hafalan kepada guru).

“Mewujudkan satu desa satu hafidz bukan hal yang tidak mungkin. Kuncinya, ada pembinaan dan motivasi sejak dini untuk anak-anak. Mereka diarahkan untuk menghafal Alquran sejak kecil,” jelasnya.

Santri Rais Am PBNU, Kiai Ma’ruf Amin itu menilai, seorang hafidz cilik akan dibiayai pendidikannya sampai perguruan tinggi. Dia mengatakan apresiasi pemerintah tersebut akan memotivasi anak lain untuk juga menjadi penghafal Alquran.

“Syaratnya, kalau sudah menjadi hafidz dan lulus perguruan tinggi, dia harus kembali ke desa dan mengajar Alquran,” katanya.

Program ini, menurut mantan Bupati Purwakarta tersebut akan melibatkan kiai kampung. Pasalnya, khazanah pengetahuan Islam bukan hanya terdapat pada ‘Ulumul Qur’an (Ilmu tentang Alquran). Tetapi, penguasaan kitab kuning yang dimiliki kiai kampung juga sangat dibutuhkan masyarakat Jawa Barat.

“Tidak usah kita ragukan kapasitas keilmuan kiai kampung. Apalagi, mereka memiliki adab luhur sehingga bisa ditularkan kepada anak didiknya,” ucapnya.

Nantinya, para hafidz dan kiai kampung tersebut mendapatkan insentif dari Pemprov Jabar. Insentif tersebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas kiprah pemberdayaan umat yang mereka lakukan.

“Misalnya insentif bantuan membangun ‘tajug’ untuk mereka. Kemudian, kita perbaiki tempat mengaji anak-anak di kampung. Atau, bisa juga dalam bentuk pengadaan kitab kuning dan buku penunjang,” katanya.

Selain itu, Jawa Barat menurut dia harus menjadi provinsi ramah anak. Karena itu, pendidikan karakter, perlindungan hak anak dan pemenuhan gizi anak akan dia implementasikan.

“Nah, kiai kampung itu juga kan mendidik karakter anak-anak kita. Mereka bisa belajar tata krama dengan baik. Soal perlindungan anak bisa dikerjasamakan dengan BP3AKB di Jabar,” ujarnya.

Terkait gizi, Dedi mengatakan Pemprov Jabar harus memperhatikan kualitas pangan yang beredar di masyarakat. Melalui gagasan ini, dia berharap Jawa Barat bisa memiliki generasi yang selain terbangun jiwanya, juga terbangun raganya.

“Insya Allah, sesuai dengan amanat konstitusi, sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa Indonesia,” tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini