nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Donald Trump dan Sengketa Pengampunan Mendiang Petinju Legendaris Muhammad Ali

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 09 Juni 2018 12:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 09 18 1908605 donald-trump-dan-sengketa-pengampunan-mendiang-petinju-legendaris-muhammad-ali-lomAkicCup.jpg Foto Muhammad Ali di Festival I Am Ali Louisville, Kentucky, 8 Juni 2018 (David Goldman/AP Photo)

WASHINGTON - Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan akan memberi pengampunan bagi mendiang juara tinju kelas berat dunia Muhammad Ali, yang meninggal pada 2016. Tapi, yang jadi masalah adalah hukuman yang dijatuhkan atas Ali karena ia menolak masuk wajib militer telah dicabut oleh Mahkamah Agung tahun 1971.

Trump mengatakan pada wartawan, Jumat lalu, bahwa Ali termasuk dalam daftar 3.000 orang yang sedang dipertimbangkannya untuk diberi pengampunan, karena katanya “mereka telah diperlakukan dengan tidak adil.”

Pengacara Muhammad Ali, Ron Tweel mengatakan, pengampunan itu tidak perlu, karena Mahkamah Agung telah membatalkan hukuman bagi Ali dengan suara bulat tahun 1971.

Ali, yang mengganti namanya dari Cassius Clay ketika ia masuk Islam tahun 1964 mengatakan, penolakannya untuk masuk tentara tahun 1966 dibuat berdasarkan keyakinan agama, dan penentangannya pada keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam.

Muhammad Ali (AFP)

Ali ditangkap dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan federal tahun 1967 karena melanggar peraturan wajib militer. Gelar-gelar kejuaraan tinjunya dicabut dan ia diwajibkan membayar denda 10.000 dollar. Ali menghadapi hukuman penjara lima tahun, tapi tidak ditahan sambil menunggu hasil permohonan bandingnya.

Selama empat tahun berikutnya ia tidak bisa ikut bertanding dalam dunia tinju, dan Ali menjadi aktivis sosial, berbicara menentang perang Vietnam dan mendukung persamaan hak.

Tahun 1971 mahkamah Agung membatalkan putusan pengadilan dan menerima argumen Ali bahwa ia harus dibebaskan dari wajib militer atas alasan keagamaan.

Pada tahun 1977, pada hari pertamanya sebagai presiden, Jimmy Carter mengeluarkan perintah pengampunan umum bagi ratusan ribu warga Amerika yang tidak mau ikut perang. Kalau sekiranya Mahkamah Agung tidak membatalkan hukuman Ali tahun 1971 itu, kata para pakar, Muhammad Ali pastilah akan termasuk diantara orang-orang yang diampuni oleh Presiden Carter.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini