Diduga Jaringan Teroris, Wahyudi Ditolak Masuk Singapura

Aini Lestari, Jurnalis · Minggu 10 Juni 2018 03:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 10 340 1908780 diduga-jaringan-teroris-wahyudi-ditolak-masuk-singapura-2fQtHMQbx6.jpg Duga terlibat terorisme, Wahyudi ditolak masuk Singapura (Foto: Aini Lestari)

BATAM - Wahyudi (37), pria asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ditolak pihak Imigrasi Singapura saat hendak masuk ke negara Singa tersebut, Sabtu (9/6/2018) pagi. Ia ditolak setelah diduga merupakan bagian atau jaringan teroris.

Wahyudi diketahui berangkat ke Singapura melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Sabtu pagi. Setibanya di pintu masuk Pelabuhan Harbour Front Singapura, pihak Imigrasi Singapura langsung menolaknya dan melakukan pemeriksaan.

 Ilustrasi terorisme

Pihak Imigrasi Singapura menemukan sejumlah foto-foto jihad di Suriah di dalam ponsel milik pria yang beralamat di Perumahan Puri Agung IV Blok A No 27, Sei Beduk, Tanjungpiayu, Batam ini.

Wahyudi yang memiliki paspor B4260641 langsung dideportasi ke Batam. Ia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center sekira pukul 15.20 WIB dan langsung dijemput oleh sejumlah anggota Direktorat Intelkam Polda Kepri dan dipimpin langsung oleh Direktur Dit Intelkam Polda Kepri, Kombes Bagus Giri Basuki.

Bagus yang dikonfirmasi terkait penjemputan pria kelahiran Padang 10 September 1981 ini enggan berkomentar banyak. Ia hanya membenarkan penjemputan tersebut.

"Jangan ke saya, ya. Saya tidak berhak memberikan statement. Kalau penjemputan, memang benar kami jemput," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga meminta agar awak media menunggu hasil pemeriksaan. "Masih dalam pengembangan. Tunggu saja," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan diketahui, pihak Imigrasi Singapura menolak Wahyudi masuk ke negara tersebut setelah mencurigai dirinya merupakan jaringan teroris. Hal ini bermula dari penampilan Wahyudi yang tampak seperti teroris.

Merasa ada yang tidak beres, pihak Imigrasi langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan diketahui, terdapat banyak foto berbau jihat di Suriah di dalam ponsel Wahyudi.

Selanjutnya, pihak Imigrasi Singapura langsung berkoordinasi dengan Interpol dan kemudian berkomunikasi dengan Polda Kepri untuk pemulangan Wahyudi. Wahyudi pun menjalani pemeriksaan di Mapolda Kepri.

Ilustrasi terorisme

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini