nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Terbukti Jaringan Teroris, Imigrasi Akan Tarik Paspor Wahyudi

Aini Lestari, Jurnalis · Minggu 10 Juni 2018 04:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 10 340 1908783 jika-terbukti-jaringan-teroris-imigrasi-akan-tarik-paspor-wahyudi-0M6q2snzMu.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BATAM - Pihak Imigrasi Klas I Khusus Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengaku akan menarik paspor milik Wahyudi (37), pria terduga teroris yang ditolak dan dideportasi oleh pihak Imigrasi Singapura, Sabtu (9/6/2018) sore bila terbukti merupakan jaringan teroris. Namun, pihak Imigrasi Batam masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh jajaran Direktorat Intelkam Polda Kepri.

Kepala Imigrasi Klas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto mengatakan, pihak Dit Intelkam Polda Kepri telah berkoordinasi dengan pihaknya terkait deportasi yang dilakukan pihak Imigrasi Singapura terhadap Wahyudi. Bahkan, pihak Interpol juga langsung berkoordinasi dengan Imigrasi sesaat Wahyudi ditolak masuk oleh pihak Imigrasi Singapura.

"Koordinasi sudah. Itu dari Interpol juga. Dan dijemput oleh Polda (Kepri). Tapi seperti apa penjemputan dan proses pemeriksaan, silakan tanya ke Polda (Kepri)," ujarnya.

 Wahyudi ditolak masuk Singapura

Lucky menjelaskan, pihak Imigrasi Batam dan Polda Kepri menjalankan tugas masing-masing sesuai tupoksinya atas deportasi Wahyudi. Pemeriksaan terkait benar atau tidaknya informasi keterkaitan Wahyudi dengan jaringan teroris menjadi kewenangan Polda Kepri. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pihak Imigrasi untuk tindakan keimigrasian selanjutnya.

"Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan yang bersangkutan benar jaringan teroris, maka paspornya akan kami tarik," kata Lucky.

Kendati demikian, lanjut Lucky, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Polda Kepri. Namun, Lucky mengaku akan bertindak tegas sesuai kewenangannya di bidang keimigrasian bila Wahyudi terbukti merupakan jaringan teroris.

"Kita tunggu hasilnya dulu. Kalau memang benar dan terbukti, kita tidak akan menunggu lama. Selain penarikan paspor, tentu akan ada tindakan keimigrasian lainnya yang akan dilakukan," kata Lucky.

Sebelumnya, Wahyudi, pria asal Batam ini ditolak oleh pihak Imigrasi Singapura saat hendak masuk ke negara Singa tersebut pada Sabtu pagi. Ia ditolak lantaran diduga merupakan bagian atau jaringan teroris.

Wahyudi diketahui berangkat ke Singapura melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Sabtu pagi. Setibanya di pintu masuk Pelabuhan Harbour Front Singapura, pihak Imigrasi Singapura langsung menolaknya dan melakukan pemeriksaan. Pihak Imigrasi Singapura menemukan sejumlah foto-foto jihad di Suriah di dalam ponsel milik pria yang beralamat di Perumahan Puri Agung IV Blok A No 27, Sei Beduk, Tanjungpiayu, Batam ini.

Wahyudi yang memiliki paspor B4260641 langsung dideportasi ke Batam. Ia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center sekitar pukul 15.20 wib dan langsung dijemput oleh sejumlah anggota Direktorat Intelkam Polda Kepri dan dipimpin langsung oleh Direktur Dit Intelkam Polda Kepri, Kombes Bagus Giri Basuki.

 Ilustrasi terorisme

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini