Aksi Total Penarik Tali Tambat agar Kapal Bisa Bersandar di Pelabuhan Merak

Bayu Septianto, Jurnalis · Minggu 10 Juni 2018 20:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 10 340 1908968 aksi-total-penarik-tali-tambat-agar-kapal-bisa-bersandar-di-pelabuhan-merak-Zjx1kZJ8po.jpg Para penarik tidak sembarang melempar tali ke kapal. Foto: Okezone/Bayu Septianto

MALAM itu, di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu 9 Juni 2018, jam sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB. Sebuah kapal ferry telah menyelesaikan perjalanannya dari Pelabuhan Bakaheuni, Lampung. Beristirahat sejenak dengan menyandarkan diri di Dermaga 2, kapal tersebut nantinya akan berlayar kembali ke Pelabuhan Bakaheuni guna nelayani masyarakat yang ingin mudik.

Saat kapal ferry tersebut datang, saat itulah Rozikin bersiap di bibir dermaga. Ia bersiap bukan untuk menyambut datangnya penumpang yang akan turun dari kapal, namun ia akan menyambut tali tambat yang akan dilemparkan Anak Buah Kapal (ABK) dari atas kapal.

Tali tambat adalah tali yang digunakan untuk menambatkan kapal di dermaga atau yang digunakan untuk menarik kapal oleh Tug boat (kapal tunda) atau oleh kapal lain. Tali yang beratnya mencapai ratusan kilo harus Rozikin tarik dan dikaitkan ke patok yang sudah tersedia di pinggir dermaga.

Foto: Okezone/Bayu Septianto 

Dengan sigap, Rozikin bersama temannya menerima tali bandulan dari atas kapal yang sudah terkait dengan tali tambat. Meski badannya kecil, dengan tenaga maksimal, ia menarik tali tambat itu agar kapal dapat segera bersandar dan tidak terbawa gelombang.

"Sudah biasa nih mas narik-narik kapal," ucap Rozikin.

Kehatian-hatian selalu diingat Rozikin. Bila tak berhati-hati, tercebur ke laut akibat tersenggol tali tambat sudah menjadi sesuatu yang biasa dialami para pekerja tambat kapal ini. Bahaya juga selalu mengintai bila tali tambat putus dari sling yang ada di atas kapal. Pasalnya, mereka bisa terkena tali tambat yang tertarik ke atas secara tak beraturan.

"Pokoknya ya kita hati-hati lah, aspek keselamatan nomor satu intinya," kata Rozikin.

Foto: Okezone/Bayu Septianto 

Dalam 8 jam waktunya bekerja, 8-10 kapal bisa ia tarik untuk bersandar di dermaga. Jumlah kapal akan semakin meningkat di musim mudik lebaran seperti saat ini. Dalam satu dermaga, ia bersama tiga rekan lainnya bekerja dalam satu tim. Rozikin mengaku seluruh tenaga ia kerahkan untuk melayani masyarakat yang pulang ke kampung halamannya.

"Kalau sudah puncak mudik ya semua harus siap. Kalau enggak gitu, ya gimana nih penumpangnya," katanya.

Asyik mengobrol dengan Rozikin, tak terasa kapal sudah selesai melakukan bongkar muatnya. Ia pun kembali bekerja untuk melepaskan tali tambat dari pengaitnya. Rozikin pun segera bergegas untuk menyelesaikan pekerjaannya untuk hari itu.

"Sudah ya mas, mau kerja lagi biar cepat pulang nih abis ini," tutup Rozikin sambil berlari kecil ke arah besi pengait tali tambat.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini