Diduga Terkena Gas Beracun, 2 Pekerja Shipyard Tewas

Aini Lestari, Jurnalis · Senin 11 Juni 2018 02:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 10 340 1908998 diduga-terkena-gas-beracun-2-pekerja-shipyard-tewas-Cr1oKULbSV.jpg Foto Ilustrasi

BATAM - Kecelakaan kerja menimpa Joe Sihombing dan Muslim Ritonga, dua pekerja PT Sukses Jonatan yang akan mengerjakan sebuah tongkang di PT Bandar Abadi Shipyard, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Keduanya ditemukan tewas di dalam tangki tongkang.

Joe dan Muslim yang merupakan pekerja subcon di PT Bandar Abadi Shipyard ditemukan sudah tak bernyawa di dalam tangki tongkang sekitar pukul 10.00 WIB. Keduanya sempat dilarikan ke RSUD Embung Fatimah oleh para pekerja lainnya.

"Saat sampai di sini, keduanya sudah tidak bernyawa," kata salah seorang petugas RSUD Embung Fatimah.

Sementara itu, Kapolsek Batuaji Kompol Sayfruddin Dalimunthe membenarkan kecelakaan kerja tersebut. Ia mengaku masih menggali informasi sehubungan kejadian yang menewaskan Joe dan Muslim.

"Masih kami dalami dulu untuk mengetahui secara pasti penyebab utama kematian keduanya," katanya.

 Mayat

Kendati demikian, Dalimunthe mengatakan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterimanya bahwa kedua pria tersebut diminta untuk membuka tangki tongkang.

"Mungkin saja, pada saat dibuka, ada gas beracun yang mengenai mereka. Memang, tangki iti baru pertama kali dibuka," katanya lagi.

Kejadian tersebut, lanjut Dalimunthe diduga karena kelalaian pihak perusahaan dan keamanan kepada para pekerja. Untuk itu, pihaknya akan memeriksa pihak manajemen perusahaan hingga ke pihak subcon.

"Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap semua yang berkaitan dengan kejadian ini. Hal ini untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian mereka sehingga pihak keluarga tahu kejadian yang sebenarnya," kata Dalimunthe.

Tak hanya memeriksa sejumlah pihak, juga akan dilakukan otopsi terhadap jenazah Joe dan Muslim.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Syakiakirti yang mendatangi kamar jenazah RSUD Embung Fatimah mengaku sangat menyesalkan kejadian yang sampai merenggut nyawa keduanya.

Menurutnya, kejadian kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian sudah sering terjadi sehingga perlu dilakukan evaluasi.

"Saya sudah laporkan hal ini ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bagian pengawas ketenagakerjaan. Ini harus diselidiki hingga tuntas," katanya.

Saat disinggung terkait kronologi kejadian, Rudi mengaku bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, keduanya tewas diduga karena kurangnya pengawasan pihak perusahaan terhadap keselamatan pekerja.

Pasalnya, sebelum ditemukan meninggal dunia, Joe dan Muslim diminta untuk membuka tutup tangki tongkang. Selanjutnya, salah satu diantara keduanya mencoba membuka tangki tersebut.

"Tapi, yang pertama membuka tangki ini jatuh ke dalam tangki. Dan teman yang satunya lagi hendak menolong. Namun sayangnya keduanya tewas di dalam tangki," kata Rudi.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, salah satu diantara keduanya merupakan anak di bawah umur. Namun sayangnya, pihak kepolisian dan perusahaan tak memberi jawaban. Maslina, bagian dari manajemen perusahaan yang dikonfirmasi tak memberi jawaban. Panggilan telepon Okezone tak diangkat. Demikian juga pesan singkat yang dilayangkan melalui aplikasi Whatsapp tak mendapat balasan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini