nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rakyat Korea Selatan Optimis KTT Trump-Kim Hasilkan Perdamaian

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 12 Juni 2018 06:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 12 18 1909499 rakyat-korea-selatan-optimis-ktt-trump-kim-hasilkan-perdamaian-IkubBPrWpI.jpg Warga Korea Selatan mengharapkan hasil perdamaian dari KTT Donald Trump dan Kim Jong-un. (Foto: AP)

SEOUL — Rakyat Korea Selatan optimistis Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un akan mencapai suatu kesepakatan untuk mengakhiri ancaman program senjata nuklir Korut ketika keduanya bertemu di Singapura pada hari ini, Selasa 12 Juni 2018.

Banyak orang di Seoul, ibu kota Korea Selatan, berharap pertemuan puncak mengenai nuklir antara Amerika Serikat dan Korea Utara akan meningkatkan prospek perdamaian yang langgeng di kawasan itu, meskipun tidak tercapai kesepakatan denuklirisasi yang definitif.

Seorang warga Seoul bernama Cho Ik-Sung mengemukakan, “Yang kami inginkan adalah perdamaian. Kami berharap pertemuan puncak ini berjalan baik sehingga perdamaian terwujud di Semenanjung Korea.”

Sebelum pertemuan di Singapura antara Donald Trump dan Kim Jong-un, di Seoul berlangsung sejumlah demonstrasi yang dilakukan berbagai kelompok untuk mendesak kedua pemimpin agar mengakhiri kebuntuan masalah nuklir AS dengan Korut dengan suatu perjanjian perdamaian.

Warga Korea Selatan di Seoul, Sabtu 9 Juni 2018, melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa peta Semenanjung Korea dan menyalakan lilin, berharap bisa terwujudnya perdamaian di Korea dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Trump-Kim di Singapura.

Kelompok-kelompok konservatif juga menggelar demonstrasi untuk mendesak Amerika agar tidak berkompromi dengan pemerintahan Kim yang dinilai sudah menindas, yang disebut telah melanggar janji-janji sebelumnya, untuk melakukan denuklirisasi.

Tetapi jajak pendapat umum mengindikasikan dukungan kuat bagi upaya-upaya diplomatik Presiden Korea Selatan yang progresif, Moon Jae-in, untuk membujuk pemimpin Korea Utara itu agar menyetujui pembicaraan mengenai denuklirisasi.

Popularitas Kim di Korea Selatan meningkat secara signifikan setelah KTT antar-Korea pada April 2018. Ia dianggap oleh banyak kalangan tidak mengancam dan terbuka untuk berkompromi.

Choi Yun-mi, warga Seoul lainnya, berkomentar, “Berkenaan dengan Pemimpin Kim Jong-un, saya dulu punya kesan negatif mengenai dia, tetapi setelah melihatnya di televisi pada KTT yang lalu, kesan saya terhadapnya sangat membaik.”

Tingkat dukungan terhadap Trump di Korea Selatan juga meningkat menjelang pertemuan puncak di Singapura.

Banyak kalangan di Seoul masih khawatir bahwa Amerika Serikat dan Korea Utara tidak akan dapat menyelesaikan perselisihan karena Washington menghendaki denuklirisasi secara tuntas sebelum melonggarkan sanksi apa pun dan Pyongyang menghendaki konsesi yang dikaitkan dengan setiap tahap dalam proses denuklirisasi.

Setelah sempat menarik diri dari pertemuan puncak itu sebelumnya, Trump telah menyatakan siap meninggalkan pertemuan tersebut apabila Kim tidak berkomitmen mengakhiri program nuklirnya.

Shim Nu-ri, seorang warga Seoul, mengemukakan, “Saya khawatir Amerika Serikat mungkin membatalkan pertemuan puncak Amerika-Korea Utara lagi.”

Tetapi secara keseluruhan, warga di Seoul berharap pertemuan puncak di Singapura ini akan membuahkan hasil positif yang akan menurunkan potensi konflik militer dan memajukan proses perdamaian.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini