Pimpinan Masjid di London Tegaskan Bitcoin Boleh untuk Zakat

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 12 Juni 2018 07:43 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 12 18 1909504 pimpinan-masjid-di-london-tegaskan-bitcoin-boleh-untuk-zakat-58EiDFYJiI.jpg Masjid di London menerima zakat melalui bitcoin. (Foto: BBC)

Bitcoin halal?

Dengan menerima bitcoin untuk pembayaran zakat, maka bisa diartikan bitcoin tergolong halal, paling tidak menurut Guney. Bagaimanapun saya ingin penegasan dan dia menjelaskan dengan semangat.

"Mereka membicarakan apakah ini halal atau dan haram, kami pandang seharusnya halal. Ini uang baru. Kita harus berpikir ke depan. Dan jika ini tersedia. Dan jika saudara laki dan perempuan Islam kita bekerja dengan mata uang ini, maka mereka harus legitimasi uang dan keuntungan penghasilan mereka."

"Dalam agama kami, kami berkewajiban menyumbangkan 2,5 persen 'keuntungan' kami, maka kami menciptakan platform agar ini bisa dilakukan," tambah Guney.

Bitcoin. (Foto: Shutterstock)

Di negara asalnya, Turki, bitcoin sudah dianggap haram walau Inggris –tempat tinggal Guney selama puluhan tahun belakangan– tidak melarangnya. Sementara di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membedakan statusnya bergantung tujuan pemakaiannya, apakah untuk spekulasi atau sebagai alat tukar.

"Kalau berkenaan dengan investasi, saya menyebutkan haram karena di dalam ada aset pendukung, harga tak bisa dikontrol, dan keberadaannya tak ada yang menjamin secara resmi," jelas Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis pada Januari 2018.

Guney sendiri mengatakan salah satu pihak yang berusaha menghalangi pemakaian bitcoin sebagai zakat di Inggris adalah perbankan.

"Kami harus menanyakan Charity Commision (badan yang mengurusi lembaga amal di Inggris). Kami harus menanyakan pihak perbankan. Bank sangat menentang meskipun mereka tidak mempunyai dasar hukum, mereka tidak menyukai persaingan."

"Meskipun demikian, untuk melegitimasi transaksi maka kami tentunya harus mengubah mata uang electrocurrency ke poundsterling. Kami menghubungi salah satu bank di sini dan akhirnya mereka harus mengakomodasi kami."

"Tetapi Anda bisa melihatnya sebagai suatu hal yang memang mereka ingin lakukan karena ini mengambil alih kekuasaan mereka," jelas Guney.

Di siang hari yang semakin panas itu, saya mengakhiri wawancara dan Guney pun kembali sibuk mengurus kebutuhan jamaah, antara lain persiapan pemakaman salah seorang jamaah yang baru saja meninggal dunia.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini