Jokowi: Isu Palestina Jadi Prioritas Indonesia di DK PBB

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 12 Juni 2018 18:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 12 337 1909758 jokowi-isu-palestina-jadi-prioritas-indonesia-di-dk-pbb-Oh8nsj1jYM.jpg Presiden Jokowi konferensi pers di Istana Bogor (Antara)

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa penyelesaian konflik di Palestina akan menjadi prioritas Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PPBB periode 2019-2020. Pemerintah ingin memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas dunia dengan budaya penyelesaian konflik secara damai.

"Secara khusus saya berpesan kepada Menlu Retno Marsudi untuk memberikan prioritas kepada isu Palestina. Isu Palestina akan menjadi prioritas bagi Indonesia dalam DK PBB," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018).

Kepala Negara juga ingin memperkuat sinergi antara organisasi kawasan bersama negara-negara anggota tidak tetap DK PBB. Indonesia, lanjut dia, ingin meningkatkan pendekatan komprehensif dalam menangani kejahatan lintas batas termasuk di dalamnya adalah terorisme.

"Serta kita ingin mensinergikan upaya menciptakan perdamaian dengan pencapaian agenda pembangunan 2030," ujarnya.

Sidang DK PBB (Reuters)

Jokowi juga meminta Menlu Retno Marsudi untuk mempersiapkan secara baik kedudukan Indonesia sebagai negara anggota tidak tetap DK PBB selama enam bulan ke depan.

"Saya juga meminta Menlu dalam enam bulan ke depan agar mempersiapkan secara baik untuk Indonesia duduk di DK PBB dimulai 1 Januari 2019 yang akan datang. Kepercayaan dunia ini adalah tanggung jawab yang harus kita tunaikan dengan baik," tandasnya.

Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB bersama Jerman, Belgia, Republik Dominika, dan Afrika Selatan.

Kelima negara akan bergabung anggota tetap PBB yang memegang hak veto yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China dan Rusia. Lima negara anggota tidak tetap lainnya adalah Pantai Gading, Guinea Ekuatorial, Kuwait, Peru dan Polandia.

Jokowi bersyukur atas terpilihnya lagi Indonesia ke DK PBB. “Alhamdulillah perolehan suara yang sangat signifikan dari pemilihan tersebut yaitu 144 suara dari 190 suara yang diperebutkan,” ujarnya.

Jokowi mengatakan terpilihnya Indonesia berkat kerja keras para diplomat Indonesia. "Setiap pertemuan kita dengan kepala negara dengan kepala pemerintahan, dengan negara-nehara sahabat kita selalu mengangkat isu pencalonan indonesia di DK PBB ini. Dan kita selalu meminta dukungan dari negara-negara sahabat," terangnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini