Begini Perilaku Konsumen Online Indonesia Vs Malaysia selama Ramadan

Salman Mardira, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 13:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 13 337 1910011 begini-perilaku-konsumen-online-indonesia-vs-malaysia-selama-ramadan-NPstEfBltu.jpg Ilustrasi (shutterstock)

JAKARTA – Bulan suci Ramadan terdapat banyak perubahan aktivitas masyarakat termasuk pola konsumsi. Perilaku konsumen media online juga serupa. Tim riset iPrice Indonesia telah meneliti tren perilaku antara konsumen online di Indonesia dengan Malaysia selama Ramadan. Bagaimana hasilnya?

Dalam laporan bertajuk “Analisa Perilaku Konsumen online Indonesia Vs Malaysia selama Ramadan 2018”, iPrice Indonesia menyebutkan bahwa selama Ramadan, kegiatan khas yang dilakukan masyarakat Indonesia dan Malaysia adalah bangun pada dini hari untuk sahur. Tapi, sahur juga dimanfaatkan mereka untuk berbelanja daring.

“Kami menemukan terdapat lonjakan trafik dari pengguna di kedua negara pada pukul 5 pagi, yakni sebesar +350% di Indonesia dan +105% di Malaysia dibanding dengan periode 3 minggu sebelum Ramadan,” kata Indah Mustikasari, Content Marketing Executive iPrice dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Rabu (13/6/2018)

 

Trafik pengunjung Indonesia mengalami lonjakan yang cukup dramatis dibanding Malaysia mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Tren ini memiliki persamaan dengan studi yang dilakukan iPrice tahun lalu di Indonesia dan Malaysia.

Di Indonesia, lonjakan trafik ini sedikit lebih rendah dibanding riset tahun lalu, yakni lonjakan drastis sebesar +400% di jam yang sama. Namun dengan data sebesar 2 juta pengunjung yang kami analisa di periode ini menunjukkan ada peningkatan ketertarikan konsumen terhadap transaksi daring dibanding tahun 2017 lalu yang menggunakan data sebesar 400.000 pengunjung.

Pola konsumen lainnya juga dapat dilihat terdapat penurunan trafik pengunjung sebesar -4%pada pukul 18.00 di Indonesia dan -9% pada pukul 19.00 di Malaysia mengingat masyarakat melakukan kegiatan berbuka puasa. Setelah waktu salat tarawih, trafik pengunjung kembali naik dengan puncak tertinggi pada pukul 22.00.

Kota Mana yang Paling Aktif Berbelanja Daring selama Ramadan?

“Kami menggunakan data Google Analytics dari 15 Mei–12 Juni 2018 untuk menganalisa konsumen teraktif dalam berbelanja daring berdasarkan wilayah di mana tempat tinggal,” ujar Indah.

 

Berikut tujuh besar kota teraktif berbelanja daring di Indonesia dari 2 juta pengguna iPrice: Jakarta (42%), Surabaya (12%), Yogyakarta (9%), Medan (5%), Makassar (5%), Bandung (4%), dan Balikpapan (2%).

Meski masih didominasi oleh kota-kota besar, pengunjung aktif dari kota-kota di luar Jawa seperti Medan, Makassar, dan Balikpapan menunjukkan ketertarikan belanja daring ini sudah mengalami persebaran di seluruh Indonesia. Berkat penetrasi internet yang semakin meningkat pula, membuat masyarakat semakin melek dengan teknologi dan menganggap transaksi daring sebagai alternatif mudah untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan.

“Selain paling aktif berbelanja online, tampaknya konsumen di Jakarta masih memiliki ketertarikan yang tinggi untuk berbelanja offline. Terbukti program midnight sale di mal besar di Jakarta beberapa minggu lalu mendatangkan 100.000 pengunjung dalam satu malam," ujarnya.

Sementara, di negeri tetangga Malaysia, persebaran pengunjung ini juga terpusat di negara bagian Kuala Lumpur (57%) dan Selangor (20%), merefleksikan tren kemelekan teknologi dan belanja daring yang hampir sama dengan Indonesia.

 

Jumlah pengguna iPrice juga mengalami pertumbuhan di bulan Ramadan yakni sebesar +30% di Indonesia dan +11% di Malaysia, menunjukkan belanja daring menjadi pilihan bagi konsumen untuk membeli barang-barang kebutuhan selama Ramadan.

Riset ini dilakukan dengan membandingkan lebih dari 2 juta pengguna iPrice Indonesia dan iPrice Malaysia pada tiga minggu sebelum Ramadan (17 April–14 Mei) dan 3 minggu saat bulan Ramadan (15 Mei–11 Juni).

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini