nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Posisi Ringkus 2 Remaja Pelempar Batu di Tol Jagorawi

Badriyanto, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 16:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 13 338 1910121 posisi-ringkus-2-remaja-pelempar-batu-di-tol-jagorawi-TgfqYL4Tia.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Timur menangkap 2 remaja yang melempar batu ke arah mobil di Tol Jagorawi. Masing-masing pelaku berinisial TZR (17) dan HRSR (15), mereka melempar dari atas jembatan Malaka, Ciracas, Jakarta Timur dan mengenai kaca mobil kendaraan yang melintas di tol tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra menjelaskan, kasus itu berawal saat tim patroli Jasa Marga mendapatkan laporan terkait aksi pelemparan batu di Tol Jagorawi.

"Pihak Jasa Marga mengkomunikasi dengan Polsek Ciracas dan tim gabungan menyisir dan melakukan pencarian, ya kita menemukan pelaku," kata Tony di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu)(13/6/2018).

(Baca Juga: Hati-Hati Marak Pelemparan Batu di Tol Jagorawi)

Atas laporan dari pihak Jasa Marga, polisi melakukan pengintaian dan mendapati kedua pelaku sedang bersiap-siap untuk melakukan aksi yang kedua di tempat yang sama.

"Iya justru itu kita bisa gagalkan melempar batu kedua tak terjadi. Kita melakukan penangkapan itu berupaya ada bukti jadi mereka nggak bisa mengelak, oh saya disini cuma nongkrong atau lihat-lihat, makanya begitu megang batu kita liat kita tangkap," katanya menambahkan.

Tony melanjutkan, berhubung paleku masih berusia di bawah umur dan bersatus siswa, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah, agar ada peran sekolah untuk mencegah kasus serupa yang dilakukan oleh anak-anak.

"Ini semua pelajar dan kita akan pemberitahuan kepada pihak sekolah paling tidak akan berikan efek jera kepada mereka yang melakukan hal tersebut agar tidak ada kejadian seperti ini," pungkasnya.

Sepanjang Juni 2018 sudah terjadi beberapa kali kasus pelemparan batu di jalan Tol, antara lain di Tol Cikampek dan Tol Jagorawi.

Sekedar informasi, insiden pelemparan batu yang dilakukan kedua remaja itu merupakan kejadian ketiga kalinya. Sebelumnya, pada

Seminggu sebelumnya, Selasa 5 Juni dini hari, terjadi pelemparan batu di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Dua insiden pelemparan batu itu terjadi dalam selang waktu 5 menit. Satu korban meninggal dunia akibat lemparan batu tersebut.

Terbaru pada Senin 11 Juni 2018 dini hari kemarin, mobil dinas yang ditumpangi Brigjen TNI Saiful dilempari batu di KM 14 Jalan Tol Jagorawi, tepatnya di KM 14.

Sedangkan Yanuar Sadewa (40), warga Jalan Bambu VI Perumnas I, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat juga menjadi korban pelemparan batu dari atas JPO Cibubur Tol Jagorawi, oleh orang tak dikenal.

Bongkahan batu mengenai kaca depan mobil Isuzu Panther nopol B 1565 KOR milik korban hingga pecah. Beberapa pecahan kaca mengenai korban sehingga mengalami luka ringan. Kejadian berlangsung pada Minggu 10 Juni 2018.

Sementara, insiden pelemparan batu pertama kali terjadi di KM 6 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), pada Selasa 5 Juni 2018. VP Corporate Communication PT Jasa Marga Tbk, Dwimawan Heru menjelaskan kronologis insiden yang terjadi pada Selasa 5 Juni 2018 tersebut. Menurutnya, pelemparan batu pertama terjadi pukul 04.13 WIB, yang mengenai bagian kaca depan mobil korban jenis Toyota Avanza nopol B 1056 ERF hingga pecah.

(Baca Juga: Kronologi Pelemparan Batu di JPO Tol Jakarta-Cikampek yang Tewaskan Pengendara)

Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 04.18 WIB, pelaku kembali melemparkan batu dan mengenai mobil korban Saeful jenis Toyota Cayla nopol G 8696 ZP, yang saat itu tengah melintas di lokasi. Seperti korban pertama, mobil Saeful juga mengalami pecah kaca depan mobil, setelah dilempari batu jenis koral penutup decker dan hebel yang besarnya seukuran bola sepak.

Pihak Jasa Marga yang mendapat laporan, segera menuju lokasi sekira pukul 04.25 WIB. Korban Saeful yang menderita luka akibat terkena pecahan batu, langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi untuk diberikan pertolongan. Sesampainya di rumah sakit, korban lalu mendapat perawatan intensif.

"Sayangnya nyawa korban tidak berhasil selamat. Korban dinyatakan meninggal di rumah sakit," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini