nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antrean Roda Empat di Suramadu Capai 3 KM Jelang Lebaran

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 18:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 13 519 1910161 antrean-roda-empat-di-suramadu-capai-3-km-jelang-lebaran-fkpBzDYeXI.jpg Kemacetan di Jembatan Suramadu, Madura, Jawa Timur (foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Menjelang Lebaran volume kendaraan yang melintas di Jembatan Suramadu dari Surabaya ke Pulau Madura mengalami peningkatan cukup signifikan. Di mana kendaraan roda dua yang menyeberang di Suramadu padat.

Meskipun begitu tidak sampai terjadi antrian panjang di pintu masuk jembatan Suramadu sisi Surabaya. Kondisi berbeda untuk kendaraan roda empat. Pasalnya, terjadi antrian panjang hingga mencapai sekitar 3 KM, atau tepatnya ekor antrian kendaraan roda empat berada di depan samsat kenjeran.

Banyak warga Madura yang merantau di Kota Surabaya dan sekitarnya memilih mudik ke kampung halaman hari ini. Di samping sudah memasuki cuti bersama, juga telah mendekati Hari Raya Idul Fitri. Sehingga mereka berbondong-bondong untuk mudik sekarang.

Salah seorang pemudik yang menaiki motor, Moh Sodik, mengaku dirinya memilih mudik hari ini karena kantor dan anak-anaknya sudah libur sekolah. Serta memilih mudik ke Sampang sore hari supaya tidak panas.

Kemacetan di Jembatan Suramadu (foto: Syaiful Islam/Okezone)

"Sengaja mudik sore agar tidak panas, tapi ketika sampai di suramadu sudah padat. Tapi tidak sampai terjadi antrian panjang di pintu masuk," terang Sodik pada wartawan, Rabu (13/6/2018).

Menurut Sodik, dirinya tidak kuat jika mudik siang hari. Sebab sangat panas dan membuat haus serta pusing. Dirinya mudik bersama istri dan seorang anak. Mudik lebaran sudah menjadi tradisi bagi dia. Jika tidak mudik ke kampung halaman saat lebaran, lebaran terasa hambar.

"Tidak enak kalau lebaran masih berada di perantauan. Karena saudara-saudara mudik semua dan berkumpul di rumah. Jadi merayakan lebaran sekaligus bersilaturrahmi dengan saudara dan tetangga saat lebaran," ungkapnya.

Sodik menambahkan, jika pulang kampung bukan lebaran jarang sekali bertemu dengan para tetangga. Pasalnya mereka berada di daerah perantauan. Mereka mudik ketika Hari Raya Idul Fitri.

"Jadi moment spesial ini sayang jika dilewatkan begitu saja, kami harus mudik untuk bertemu keluarga dan para tetangga di kampung. Meskipun dalam perjalanan terjadi kepadatan dan kemacetan, tetap saya tempuh," papar pria yang bekerja di kawasan Keputran Surabaya ini.

Hal senada juga diungkapkan pemudik yang mengemudi mobil, Abdul Rohman. Dia menyatakan lebaran memang moment yang ditunggu selama setahun untuk mudik ke kampung halaman. Merayakan lebaran di kampung halaman dengan di perantauan sangat berbeda.

"Kalau lebaran di rumah ramai, banyak kerabat dan tetangga bermain. Teman masa kecil yang jarang ketemu, akhirnya ketemu saat lebaran ini. Selain itu, juga berziarah ke kuburan orang tua. Jika lebaran di perantauan sepi sekali," ucap Rohman.

Kepadatan kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di Suramadu mulai terasa sejak kemarin. Bahkan untuk hari ini terjadi peningkatan volume kendaraan hingga terjadi anteian sampai 3 KM untuk roda empat. Kondisi ini diprediksi akan terus belangsung sampai besok malam atau malam takbiran.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini