nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selama Mudik, Koalisi Jokowi Ajak Masyarakat Hindari Obrolan Pemicu Perpecahan

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 22:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 14 337 1910486 selama-mudik-koalisi-jokowi-ajak-masyarakat-hindari-obrolan-pemicu-perpecahan-IN0KT34S1u.jpg Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (foto: Antara)

JAKARTA - Mudik Lebaran 2018 harus menjadi momentum untuk menebar kebaikan dan kebahagiaan. Kendati diakui ada segelintir oknum yang mengajak pemudik menceritakan keburukan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

Ketua DPP Nasdem Syahrul Yasin Limpo mengatakan, suasana bahagia itu seyogyanya tidak dirusak oleh berbagai hal yang justru memicu ketegangan dan perpecahan. Idul Fitri, sambungnya, adalah anugerah luar biasa karena jutaan orang bisa berkumpul dalam kebahagiaan dan kebaikan.

Pemudik Terjebak Kemacetan di Tol Cikopo pada H-2 Lebaran

"Selama mudik, ceritalah yang baik-baik saja, hal-hal yang menyenangkan, membesarkan kasih, mempererat silahturahmi. Tidak enak sekali kalau kumpul-kumpul malah berujung saling membenci karena ada yang memaksakan pandangan atau pendapatnya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/6/2018).

SYL menambahkan, jangan sia-siakan ibadah puasa yang dijalankan dengan membicarakan hal-hal yang buruk, dan tidak jelas kebenarannya. Menurutnya, itu sama saja dengam berbohong.

"Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sangat tidak suka pembohong,” tutur Syahrul.

Ia berharap, selepas mudik nanti dilanjutkan kebiasaan untuk berbagi kebaikan dan menghentikan iri dengki oleh alasan yang tidak jelas. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang berpengalaman Islamnya, bahkan dikagumi banyak negara.

Hal tersebut dibuktikan bahwa Indonesia sukses mengamalkan Islam, dan diakui dunia internasional. Di mana, di Tanah Air, Islam bisa berdampingan dengan demokrasi. Syahrul menegaskan, bahwa Islam adalah salah satu modal utama untuk menjadikam Indonesia maju dan mencapai kejayaannya.

"Banyak negara mengaku sangat ingin menimba pengalaman dari Indonesia yang menyandang dua status penting, negara berpenduduk muslim terbanyak sekaligus salah satu dari lima besar negara demokrasi," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini