nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dilarang Takbiran di Monas, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalin

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 14 338 1910432 dilarang-takbiran-di-monas-polda-metro-jaya-siapkan-rekayasa-lalin-zUnVcBPh5e.jpg Ilustrasi Rekayasa Lalu Lintas (foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas (Lalin) saat perayaan malam takbiran nanti. Kebijakan itu akan diterapkan secara situasional apabila terjadi kepadatan akibat ramainya warga yang turun ke jalan.

"Rekayasa lalu lintas yang dipersiapkan malam takbir pelaksanaan (bersifat) situasional," ujar Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto lewat keterangan tertulisnya, Kamis (14/6/2018).

 Malam Takbiran Ibu kota

Rekayasa lalin ini sendiri, menyusul adanya kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memperbolehkan masyarakat konvoi di malam takbiran. Pemprov pun menyiapkan lima lokasi yang dapat dipakai masyarakat untuk kumpul-kumpul.

Namun, Pemprov memastikan tak ada takbiran di Monas. Rekayasa lalin pun dibuat pihak kepolisian di sekitaran Monas yang akan diberlakukan secara situasional.

Budiyanto menjelaskan, dari rencana yang sudah disiapkan, ruas jalan dari Tugu Tani yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira - Lapangan Banteng - Pasar Baru - Jalan Gunung Sahari dan seterusnya.

Untuk arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Utara akan dialihkan ke Harmoni dan seterusnya.

 Malam Takbiran Ibu kota

"Arus lalu lintas dari Hayam Wuruk yang akan mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat dibelokan ke Jalan Juanda - Pasar Baru, dan seterusnya," tutur Budiyanto.

Sementara untuk arus lalu lintas dari Bundaran HI yang akan mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat dibelokan ke Budi Kemulian - Jalan Abdul Muis - Jalan Majapahit dan seterusnya, atau Patung Kuda belok kanan ke Jalan Merdeka Selatan dan seterusnya.

"Rekayasa lalu lintas bergantung situasi di lapangan," tutup Budiyanto.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini