nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini, Jamaah An-Nadzir di Gowa Rayakan Idul Fitri

ant, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 09:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 14 340 1910305 hari-ini-jamaah-an-nadzir-di-gowa-rayakan-idul-fitri-HlBWkZD8LI.jpg Jamaah An-Nadzir di Gowa (Okezone)

GOWA - Ratusan jamaah An-Nadzir yang bermukim di Desa Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, melaksanakan Salat Id Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijiriah, pagi ini. Mereka merayakan lebaran lebih dulu dari putusan pemerintah yang baru ditentukan dalam sidang isbat, sore ini.

"Kami menetapkan 1 Syawal hari ini berdasarkan pengamatan air pasang puncak. Sebenarnya akhir Ramadan jatuh pada Rabu kemarin, hanya saja dari pengamatan puncak serta laporan posko dari Kolaka, Palopo hingga Batam, seluruh jamaah An-Nadzir lebaran hari ini," ujar Juri Bicara An-Nadzir, Ustaz Lukman A Bakti di Gowa, Kamis (14/6/2018).

Menurutnya, hasil pengamatan yang diyakini melalui metode hisab dan rukyat, terlihat bulan terbit sekitar pukul 13.00 WITA, sehingga untuk menentukan perpindahan bulan dari Ramadan ke Syawal dilakukan peneropongan bulan dan melihat tanda-tanda alam seperti pasang air laut.

Sejak tiga hari menjelang akhir ramadhan, lanjut dia pemantauan air pasang laut dan pergerakan bulan terus diamati, sehingga pada Kamis ditentukan sebagai akhir ramadan atau masuk 1 Syawal setelah dilakukan musyawarah pada sidang isbat.

 

Jamaah An Nadzir (Antara)

"Awalnya diprediksi Rabu, namun berdasarkan pengamatan bulan dan air pasang bila dilihat garisnya mengunakan kain tipis maka sangat jelas, sehingga kami yakin sudah masuk bulan syawal," tambahnya.

Dalam ceramah yang dia bawakannya ketika ditanyakan menyinggung tentang terorisme, menurutnya cara radikalisme Islam dianggap ajaran terorisme, dengan tegas dibantahnya. Tetapi, pihaknya sepakat Islam tidak pernah mengajarkan terorisme, bahkan Nabi besar Muhammad Saw tidak pernah mengajarkan itu.

"Negara Islam adalah negara selamat, tetapi tidak mesti tidak mengakomodir agama lain karena negara kita Pancasila sebagai mediatornya. Jangan Islam dijadikan alat, tapi Pancasila membuat kita bisa bernegara dengan selamat sampai saat ini," katanya.

Sementara itu, rencananya Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan lebaran Idul Fitri 2018 pada sore nanti. Sidang isbat tersebut merupakan tahapan akhir penentuan 1 Syawal 1439 Hijiriah setelah dilakukan pemantauan hilal maupun rukyatul hilal di 97 titik tersebar di 34 provinsi Indonesia.

 

Jamaah An Nadzir (Antara)

Dari Hasil rukyatul hilal tersebut beserta data hisab posisi hilal awal Syawal akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk penentuan awal bulan syawal.

Sebelumnya, jamaah tarekat Naqsabandiyah juga melaksanakan Salat IED lebih awal pada Rabu 13 Juni di berbagai daerah di Indonesia, dengan menetapkan satu syawal 1439 Hijriah telaha masuk pada Rabu. Ini didasari dengan metode hisab Munjid, yaitu penghitungan 30 hari sejak awal puasa dan telah digunakan secara turun temurun.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini