nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Pemantauan di Kupang, Hilal Tak Terlihat karena Awan Tebal

Adi Rianghepat, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 14 340 1910437 hasil-pemantauan-di-kupang-hilal-tak-terlihat-karena-awan-tebal-ygOKJf2Ibz.jpg Pemantauan Hilal di Kupang. (Foto: Adi R/Okezone)

KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak bisa melihat bulan dalam pantauan yang dilakukan di Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kupang.

"Awan tebal di ufuk telah menutup bulan yang terbenam," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Kupang Sholakhudin di sela-sela pemantauan, Kamis (14/6/2018).

Karena sudah terbenam, maka pemantauan menggunakan teropong sudah tak bisa lagi dilakukan. Apalagi awan di ufuk sangat tebal yang menghalangi pantauan baik dengan alat teropong maupun mata telanjang. Untuk itu, pihaknya akan memanfaatkan teknologi lain yaitu memantau kembali semua foto yang sudah diambil Pukul 17.30 Wita hingga 17.31 dan 17.32 Wita.

(Baca juga: Ini Lokasi Pemantauan Hilal Lebaran 2018 di Seluruh Indonesia)

"Kita coba menganalisisnya menggunakan sistem cahaya rendah, hanya hitam dan putih untuk mencari kemungkinan gejala cahaya bulan sebelum tenggelam," katanya.

Ilustrasi.

Dia mengakui, sesuai predikasi yang dilakukan BMKG sebelumnya, matahari akan terbenam Pukul 17.31 Wita. "Bulan akan semakin turun jika sudah berada di 18.06 Wita," katanya.

Hadir dalam pantauan hilal untuk menentukan Idul Fitri 1439 Hijriah itu Ketua MUI Provinsi Nusa Tenggara Timur H Abdul Kadir Makarim dan pihak Kantor Kementerian Agama setempat serta umat dan jamaah di daerah itu.

Hingga berita ini dikirim pihak BMKG belum bisa melihat hilal sebagai syarat penetapan hari raya Idul Fitri.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini