Ini Penyebab Gempa 4,5 SR Rusak Puluhan Bangunan di Sumenep

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 15:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 14 519 1910396 ini-penyebab-gempa-4-5-sr-rusak-puluhan-bangunan-di-sumenep-4AtDlTrg4I.jpg Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (foto: M Rizky/Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan gempa berkekuatan 4,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur pada, Rabu (13/6/2018) sekira pukul 20.06 WIB tidak berpotensi tsunami.

"BMKG melaporkan episenter gempa di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep, Jawa Timur dengan kedalaman 12 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (14/6/2018).

Jelang Lebaran Warga Sumenep Diguncang Gempa 4,8 SR, 6 Luka-Luka dan 77 Rumah Rusak

Sutopo mengungkapkan, gempa berjenis intraplate tersebut terjadi selama 5 detik. Saat itu masyarakat tengah melangsungkan Salat Tarawih akibatnya warga pun berhamburan panik.

"Gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal," tuturnya.

"Gempa dirasakan kuat selama 5 detik. Masyarakat berhamburan panik ke luar rumah dan bangunan. Guncangan gempa dirasakan naik turun disertai dengan bangunan yang rusak," sambungnya.

Sutopo menambahkan, sejumlah wilayah yang merasakan guncangan gempa yakni di Kecamatan Batu Putih meliputi Desa Bulaan, Desa Batu Putih Laok, Desa Bantelan, Desa Sergeng, dan di Kecamatan Dasuk di Desa Dasuk Timur.

Jelang Lebaran Warga Sumenep Diguncang Gempa 4,8 SR, 6 Luka-Luka dan 77 Rumah Rusak

"Data sementara 6 orang luka ringan, 25 unit rumah rusak berat, 52 unit rumah rusak ringan, 2 unit masjid rusak berat, 1 unit masjid rusak ringan, 1 unit madrasah rusak berat dan 1 unit ponpes rusak ringan. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah," ungkapnya.

Saat ini kata Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama aparat TNI, Polri, Badan Sar Nasional, SKPD dan relawan tengah mendata kerugian dan membersihkan puing-puing akibat gempa.

"BPBD Kabupaten Sumenep bersama aparat dari Kodim 0827 Sumenep, Polri, Basarnas, PMI, relawan dan SKPD masih melakukan pendataan dan penanganan darurat. Pendataan jumlah kerugian materiil akibat gempa masih dilakukan. Petugas bersama masyarakat membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Bantuan disalurkan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa," paparnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini