Ini yang Diungkapkan Deddy Mizwar Setelah Resmi Tanggalkan Status Wagub

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 15 Juni 2018 01:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 14 525 1910509 ini-yang-diungkapkan-deddy-mizwar-setelah-resmi-tanggalkan-status-wagub-QrlVdsWDSi.jpg Deddy Mizwar (foto: Aprillio Akbar/Antara)

BANDUNG - Deddy Mizwar kini sudah tidak lagi menyandang status sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Ia sudah tuntas menjalankan tugasnya terhitung Rabu 13 Juni 2018.

Pria yang akrab disapa Demiz itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak ini selalu membantunya dalam memimpin Pemprov Jawa Barat bersama Gubernur Ahmad Heryawan.

"Pertama saya ucapkan terima kasih pada seluruh staf, dari kepala OPD, seluruh PNS maupun honorer yang sudah bekerja bersama-sama selama ini dan saya juga mohon maaf kepada mereka apabila ada kekhilafan," kata Demiz di Gedung Sate, Kota Bandung.

Aher dan Demiz Akhiri Masa Jabatan (foto: Oris R/Okezone)

Permohonan maaf kedua ia sampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat jika ada amanah yang belum terselesaikan.

"Kepada seluruh masyarakat Jawa Barat saya mohon maaf. Ini bagus menjelang Lebaran saya kira dibukakan pintu maaf dari mereka dan mudah-mudahan segala sesuatunya lebih baik ke depan," ucapnya.

Dalam kesempatan serupa, ia juga secara khusus meminta maaf kepada wartawan, terutama yang sering meliput kegiatannya. Demiz sendiri terbilang dekat dengan wartawan yang bertugas di Gedung Sate. Ia bahkan tidak canggung untuk bercanda dengan mereka.

"(Mohon maaf kepada) kamu juga teman-teman pers. Kadang-kadang suka bercanda, keliwatan juga bercandanya, hahahaha...," tutur Demiz.

Disinggung soal kesannya bekerjasama dengan Aher selama 5 tahun, ia mengungkap rahasia yang membuat hubungan keduanya awet hingga akhir masa jabatan. Menurutnya, komunikasi dengan Aher berjalan sangat baik. Ia bahkan tidak ragu memberi saran atau masukan.

Tapi, masukan yang diberikan Demiz diakuinya tak semuanya diterima. Ada beberapa usulan yang justru tidak diimplementasikan Aher. Meski begitu, Demiz berusaha memahami langkah Aher dan kebijakannya.

"Tidak semuanya juga bisa memuaskan kita karena tentu Pak Gubernur memang lebih berhak menentukan segala sesuatu dari semua usulan atau masukan. Ini harus kita sadarai, barangkali memang usulan kita kurang tepat atau barangkali belum waktunya utk dilaksanakan," tuturnya.

"Saya kira ini hal yang biasa saja. Bukan berarti tidak ada perbedaan (pendapat dengan Aher), perbedaan pasti ada. Tapi yang jelas kita harus menyadari kewenangan-kewenangan beliau yang memang jadi tanggung jawab beliau," jelas Demiz.

Ia sendiri tidak meradang meski usulan atau sarannya akhirnya ditolak Aher. Baginya, apapun yang diputuskan Aher dalam berbagai kebijakannya harus didukung penuh. Ia pun selalu siap bekerja dengan Aher dan membagi kewenangan.

"Saya kira yang penting itu komitmen. Makanya nyaman (bekerja dengan Aher), enggak ada hambatan," ujarnya.

Aher dan Demiz Akhiri Masa Jabatan (foto: Oris R/Okezone)

Sementara soal pembangunan Jawa Barat ke depan, ia mengatakan banyak yang harus dilanjutkan. Dimulai dari masih adanya pengangguran, kemiskinan, serta beragam masalah lingkungan hidup hingga reformasi birokrasi semua harus diperbaiki dan ditingkatkan.

Demiz sendiri saat ini merupakan kontestan Pilgub Jawa Barat 2018. Sebagai cagub, ia sudah punya beragam program untuk memajukan Jawa Barat dalam beragam aspek.

"Ada 10 isu strategis yang harus kita selesaikan, kemiskinan, pengangguran terbuka, ketimpangan, kemudian pendidikan, kesehatan, tata ruang, kemudian juga lingkungan hidup, infra, juga bagaimana reformasi birokrasi harus terus berlangsung dan juga bagaimana mengeloa modal sosial masyarakat yang harus kita kembangkan dan dorong terus agar jadi sesuatu yang bermanfaat untuk menambah kinerja dari berbagai pihak. Itu 10 isu strategi yang memang ada dan harus kita lanjutkan, makanya ada di visi-misi (Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi)," tandas Demiz.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini