nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Basarnas Temukan Puluhan Orang Terombang-ambing di Lautan

Prayudha, Jurnalis · Minggu 17 Juni 2018 21:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 17 340 1911146 basarnas-temukan-puluhan-orang-terombang-ambing-di-lautan-Si2MvjBrbC.jpg Foto Ilustrasi Okezone

MAKASSAR - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian korban kapal Arista yang karam di perairan Makassar dihari kelima semakin memperluas wilayahnya. Tak tanggung, setelah mendapatkan informasi akan adanya kapal yang sedang mengalami trabel mesin di tengah laut dengan kurang lebih jarak 15 Mil dari permukaan laut, mereka kemudian langsung saja melakukan pencarian sejak Minggu, 16 Juni 2018 pukul 15.00 WITA.

KM. Antasena yang merupakan jenis kapal pencari sendirinya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk menempuh jarak tersebut.

Kepala kantor Basarnas wilayah Makassar, Amiruddin mengatakan, akan tim yang sebelumnya turun sendiri sempat mengitari kawasan karamnya kapal nahas tersebut. Akan tetapi tiba - tiba mendapatkan informasi akan adanya kapan nelayan yang sedang trable.

"Kami langsung saja melakukan evaluasi kepada kapal nelayan yang diduga sudah berhari - hari terombang ambing di tengah lautan tersebut. Meski demikian, kamipun sempat melakukan upaya untuk melakukan evakuasi terhadap korban namun beberapa awak kapal dan kaptennya sendiri tak mau meninggal kan kapalnya," jelas Amiruddin, Minggu (17/6/2018).

 Basarnas

Terpisah, salah seorang awak kapal KM Farida Setia Bohari mengungkapkan, akan kejadian yang menimpanya selama berhari - hari menjadikan pelajaran tersendiri baginya. Namun, untuk persoalan tersebut dirinya bersama dengan keluarga mengakui tidak akan lagi melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal yang tidak memiliki keamanan yang terjangkau.

"Berhari - hari kami terdampar di lautan. Karena kapal yang kami tumpangi sendiri mengalami trabel dan mati mesin secara tiba - tiba. Kami langsung mengirimkan informasi secara cepat dan tepat dengan menggunakan radio pelempar yang sempat dimiliki kapal tersebut," bebernya.

Kapal Nahas Arista sendiri sempat dicari bersama dengan tim gabungan dari Basarnas Makassar, Polair, dan TNI AL. Sedikitnya 43 anggota Basarnas diturunkan untuk menyisir lokasi tenggelamnya kapal nahas tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 14.00 waktu setempat. Dia mengatakan, pihaknya kesulitan mengetahui jumlah pasti penumpang kapal lantaran tidak adanya manifes dari kapal tersebut.

Sementara itu, isak tangis keluarga pecah saat melihat jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut. Puluhan keluarga korban tak kuasa menahan kesedihan saat jenazah diturunkan dari ambulans. Beberapa keluarga korban bahkan sampai jatuh pingsan hingga harus dibopong.

Pjs Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono bersama dengan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mendatangi Rumah Sakit Angkatan Laut Makassar, untuk menjenguk korban kapal tenggelam itu. Soni menyebut, pihaknya telah memberikan penanganan khusus terkait musibah kapal tenggelam ini.

Dia menjelaskan, melalui Pemkot Makassar, pihaknya akan mengupayakan agar jenazah korban yang berada di Rumah Sakit Angkatan Laut Makassar bisa dibawa ke Pulau Barrang Lompo malam ini.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini