Pilgub Sumsel 2018, Elektabilitas Dodi-Giri Berpotensi Meroket Jelang Pencoblosan

Mewan Haqulana , Okezone · Senin 18 Juni 2018 23:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 18 340 1911428 pilgub-sumsel-2018-elektabilitas-dodi-giri-berpotensi-meroket-jelang-pencoblosan-ObAuO2rHSI.jpg Dodi Reza (Foto: Antara)

PALEMBANG – Pertarungan kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) akan semakin sengit mendekati waktu pencoblosan pada 27 Juni 2018. Dari sekian nama, pasangan calon Dodi Reza Alex Nurdin-Giri Ramanda Kiemas dianggap paling berpotensi menguat elektabilitasnya.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengatakan, pada survei LSI awal Juni 2018, Dodi-Giri elektabilitasnya menguat di angka 27,7%. Rival terdekatnya, Herman Daru-Mawardi Yahya 23,3%, kemudian Ishak Mekki-Yudha Pratomo 18,4%.

Sedangkan yang berada di urutan buncit Aswari Rivai-Irwansyah 8,6%. Adapun yang belum memutuskan pilihan sekira 22,1%.

Dari survei tersebut, kata Denny, menjelang hari pencoblosan nanti suara yang belum menentukan pilihan itu akan mengecil. Menurut Denny, pasangan Dodi-Giri-lah yang berpotensi untuk meraup suara tersebut.

Tolok ukurnya adalah latar belakang Dodi, yakni sang ayah Gubernur Sumsel Alex Nurdin dianggap sukses oleh mayoritas pemilih. Hal tersebut diyakininya akan menambah amunisi dukungan terhadap pasangan yang didukung Perindo, PDIP, Golkar, PKB serta sejumlah partai politik baru lainnya.

“Untuk daerah tertentu, menjelang lebaran dan setelahnya, pasangan Dodi juga giat mengkampanyekan program unggulannya: sembako murah. Di kalangan pemilih dari grass root yang mayoritas, mereka sangat suka dengan program itu,” ujar Denny JA dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/6/2018).

Hasil survei LSI sejak November 2017 hingga Juni 2018 pun melihat pergerakan elektabilitas pasangan tersebut melonjak signifikan. Berbeda dengan rival terkuatnya, Herman-Mawardi yang mengalami tren penurunan.

Dodi Reza Alex Nurdin (Foto: Ist)

Denny menilai, menurunnya elektabilitas tak terlepas dari isu skandal masa silamnya yang kembali diungkit. Kabar yang menyebutkan Herman menolak test DNA untuk anaknya menambah kebuntuan dari isu tersebut.

Publik merasa heran, ujar Denny, lantaran seorang motivator Mario Teguh saja bersedia melakukan tes DNA kala diterpa isu serupa.

“Herman Deru yang menolak test DNA, segera menjadi rumput kering, yang di era pertarungan keras, membakar dan merugikan reputasinya. Padahal, dalam persaingan yang ketat, kehilangan suara sedikit saja dapat menentukan kalah dan menang,” katanya.

Denny menegaskan, dirinya tak tahu isu tersebut benar atau tidak. Namun, bagi Herman masih ada waktu untuk melakukan “Damage Control,” agar isu skandal itu bisa diminimalisasi, bahkan diselesaikan tanpa menyisakan keraguan publik.

(Baca Juga : Survei LSI: Tren Menguat, Dodi Reza-Giri Unggul di Pilgub Sumsel)

Sementara untuk dua pasangan calon lainnya, seperti Aswari-Irwansyah, dan Ishak Mekki-Yudha, Denny menilai akan sulit merebut suara yang sudah “dikantongi” dua pasangan calon Dodi-Giri dan Herman-Mawardi. Kembali lagi, ini adalah politik, siapa yang bisa merebut suara swing voter maka ia yang akan memenangkan kontestasi politik.

(Baca Juga : Aswari-Irwansyah, Ajak Anak Muda Tak Patah Semangat Lewat Film)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini