Share

Sekjen PBB: Jumlah Konflik Tahun Ini Tertinggi dalam 30 Tahun

Agregasi VOA, · Rabu 20 Juni 2018 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 20 18 1911803 sekjen-pbb-jumlah-konflik-tahun-ini-tertinggi-dalam-30-tahun-C24M6Pe9Q3.jpg Sekjen PBB, Antonio Guterres. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, jumlah negara yang terlibat dalam “konflik kekerasan” saat ini merupakan yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Sedangkan jumlah korban tewas dalam konflik-konflik yang terjadi telah melonjak 10 kali lipat sejak 2015.

Guterres menambahkan jumlah “situasi kekerasan” yang dapat diklasifikasikan sebagai perang, berdasarkan jumlah korban, telah meningkat tiga kali sejak 2007.

Dalam konferensi pers di Oslo, Norwegia, Guterres mengatakan “konflik dengan intensitas rendah” naik hingga 60 persen sejak 2007. Namun tidak memberi rincian angkanya.

“Pencegahan jauh lebih penting dibanding sebelumnya,” ujar Guterres, dan menambahkan “mediasi menjadi instrument yang sangat fundamental dalam tindakan kami.”

Guterres, yang menghadiri pertemuan tentang perdamaian, mengatakan selain konflik di kawasan, terorisme global merupakan jenis perjuangan baru yang ‘’dapat terjadi kapan saja.”

Diskusi panel tahunan tentang perdamaian – atau dikenal sebagai “Forum Oslo” – juga dihadiri oleh para pemimpin dari Somalia, Aljazair, Yordania, Oman dan Tanzania. Utusan Gedung Putih Urusan Perang Melawan ISIS juga ikut hadir.

Komisariat Tinggi PBB urusan Pengungsi UNHCR mengatakan hampir 69 juta orang melarikan diri dari perang, aksi kekerasan dan persekusi, terpaksa mengungsi tahun lalu; angka yang merupakan rekor.

Dalam “Laporan Tahunan Trend Global” yang dipublikasikan Selasa, 19 Juni, Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi mengatakan terus berlanjutnya krisis di tempat-tempat seperti Sudan Selatan dan Kongo, juga eksodus warga Muslim-Rohingya dari Myanmar yang dimulai sejak tahun lalu, telah meningkatkan jumlah warga yang terpaksa mengungsi pada 2017 menjadi 68,5 juta orang.

Selasa siang Guterres mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg. Negara itu sedang melobi untuk menduduki kursi anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB pada periode 2021-2022. Berbagai topik dibahas, antara lain soal kondisi laut yang digambarkan Guterres sebagai “semrawut.”

Dalam konferensi pers dengan Solberg, Guterres mengatakan 80 juta ton plastik dibuang ke laut setiap tahun. Ditambahkannya, PBB akan mengeluarkan “rencana melawan” sampah laut ini pada September mendatang, dengan mengatakan “merupakan tanggung jawab kolektif” untuk melakukan sesuatu.

Laut menghadapi ancaman sampah plastik, penangkapan ikan ilegal, naiknya permukaan air laut yang bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil dan meningkatkan keasaman air laut, yang membunuh kehidupan laut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini