nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Debat Pilgub Jabar Terakhir, KPU Terapkan Format Baru

Oris Riswan, Jurnalis · Kamis 21 Juni 2018 03:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 20 525 1912091 debat-pilgub-jabar-terakhir-kpu-terapkan-format-baru-dIc5GxWbIN.jpg

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan kembali menggelar debat kandidat Pilgub Jawa Barat 2018 pada 22 Juni 2018 malam. Itu akan jadi debat ketiga alias terakhir kalinya sebelum pelaksanaan pilgub.

Grand Ballroom Sudirman di Jalan Sudirman, Kota Bandung, dipilih jadi lokasi untuk pelaksanaan debat. Ada sejumlah perbedaan debat kali ini dibandingkan dua kali debat sebelumnya.

Untuk penentuan tempat debat, itu didasarkan pada rekomendasi dari Polda Jawa Barat. Jumlah pendukung paslon yang sebelumnya ratusan per paslon pun dibatasi.

Dalam debat nanti, setiap paslon hanya boleh membawa maksimal 50 orang pendukung. Sementara debat sebelumnya berkisar antara 100-200 orang per paslon.

Sehingga, dalam debat nanti total jumlah pendukung paslon hanya mencapai 200 orang. Sisanya, akan ada 200 orang lain yang merupakan tamu undangan dari berbagai pihak.

"Kapasitas gedungnya sendiri memang dipilih lebih kecil dari debat sebelumnya. Kapasitasnya sekitar 500 orang," kata Anggota KPU Jawa Barat Nina Yuningsih, Rabu (20/6/2018).

Yang paling berbeda dari dua kali debat sebelumnya, dalam debat kali ini tidak akan ada head to head antarpaslon. Artinya, paslon tidak akan saling melakukan tanya-jawab seperti sebelumnya.

"Ada perubahan format debat. Jika sebelumnya ada pertanyaan antar pasangan calon, sekarang format itu ditiadakan. Jadi, pertanyaan langsung dari moderator ke pasangan calon dan ditanggai," ungkapnya.

Pertimbangannya, sesi tanya-jawab sesama paslon dinilai justru berisi 'serangan' kepada kandidat lawan. Padahal, debat seharusnya menjadi ajang bagi kandidat untuk saling mengungkap gagasan dan program.

"Pertimbangan dari berbagai pihak, berkaca pada pengalaman yang lalu, kadang (sesi tanya-jawan antarpaslon) itu menyerang personal. Itu bukan mengeksplor ide dan gagasan, tetapi malah menyerang personal dan kebijakan di masa lalu," jelas Nina.

Secara khusus, KPU juga sudah menyiapkan antisipasi agar tidak lagi terjadi insiden 'kampanye' seperti yang dilakukan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dalam debat sebelumnya yang memperlihatkan kaus bertuliskan '#2018AsyikMenang, #2018Ganti Presiden'.

Sebab, hal seperti itu membuat debat berakhir dengan kericuhan antara pendukung paslon. Hal seperti itu yang ingin dicegah agar tidak terulang lagi.

Sementara dalam debat nanti, tema yang diangkat adalah 'Pembangunan Manusia yang Berkualitas untuk Mempercepat Kemajuan Jawa Barat'. Tema itu meliputi kajian revitalisasi budaya Jawa Barat, pengembangan SDM sesuai tantangan dan kebutuhan, hingga pembangunan manusia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini