nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov Jabar Bantah Penggeledahan Rumah Dinas Deddy Mizwar

Oris Riswan, Jurnalis · Minggu 24 Juni 2018 08:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 24 525 1913292 pemprov-jabar-bantah-penggeledahan-rumah-dinas-deddy-mizwar-jedVTpzl9b.jpg Deddy Mizwar (Foto: Okezone)

BANDUNG - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap soal rumah dinas mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang digeledah oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M Iriawan.

"Semua sudah mengikuti mendengarkan di Jawa Barat yang baru saja saya dengar, apa harus rumah dinas mantan wakil gubernur harus dibedah diperiksa pimpinan penjabat gubernur atau tidak salah sekarang merembet ke tempatnya calon wakil gubernur?" kata SBY di Kota Bogor, Sabtu (23/6/2018).

Pernyataan itu disampaikan SBY untuk mengingatkan kembali pemerintah, Badan Intelijen Negara, Polri, dan TNI untuk tetap netral dalam menghadapi Pilkada 2018. Ia pun mengungkap beberapa contoh kasus ketidaknetralan tersebut yang terjadi di berbagai daerah.

Pemprov Jawa Barat pun memberikan tanggapan atas pernyataan SBY. Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Pemprov Jawa Barat Dedi Apendi membantah adanya penggeledahan yang dilakukan Iriawan. Yang terjadi hanyalah peninjauan aset.

 

Rumah dinas yang sebelumnya ditempati Dedi Mizwar pun statusnya sudah diserahterimakan ke Pemprov Jawa Barat terhitung 14 Februari 2018. Sejak saat itu, rumah dinas tersebut kembali pada penguasaan pemprov.

Rumah dinas itu nantinya akan kembali digunakan oleh wakil gubernur terpilih. Sementara saat ini, rumah dinas tersebut masih dalam status 'tidak berpenghuni' setelah ditinggalkan Deddy Mizwar yang sudah habis masa jabatannya.

"Masa disebut menggeledah jika aset yang dikelola sendiri oleh Pemprov (Jawa Barat)? Yang terjadi sebenarnya adalah saya melaporkan kepada Penjabat Gubernur dan mengajak beliau melakukan peninjauan terhadap sebelas aset yang dikelola Bagian Rumah Tangga pada Kamis lalu. Salah satunya adalah rumah dinas untuk wakil gubernur mendatang," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima Okezone.

Menurutnya, peninjauan dilakukan terhadap 11 aset milik Pemprov Jawa Barat. Sehingga, bukan hanya rumah dinas yang sebelumnya ditempati Deddy Mizwar yang ditinjau.

Beberapa aset itu di antaranya Lapangan Gasibu, Gelora Saparua, Gedung Sate, dan rumah dinas gubernur. "Saya harus melaporkan kepada beliau, karena kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah," jelas Dedi.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini