Wanita Ini Nekat Menculik Balita karena Ingin Punya Anak

Syaiful Islam, Okezone · Rabu 27 Juni 2018 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 27 519 1914585 wanita-ini-nekat-menculik-balita-karena-ingin-punya-anak-0YQrXIXOAm.jpg Polisi berhasil meringkus penculik bayi di Surabaya (Foto: Syaiful/Okezone)

SURABAYA - Kasus penculikan anak terjadi di wilayah hukum Polres Tanjung Perak Surabaya, Jatim. Seorang balita bernama M Farhan Akbar yang masih berusia 9 bulan menjadi korban penculikan.

Pelaku penculikan sendiri diketahui dilakukan oleh pengasuhnya sendiri yakni MR (24) warga asal Probolinggo. Kini tersangka dijebloskan dalam tahanan mapolres tanjung perak, setelah ditangkap.

Peristiwa penculikan tersebut berawal ketika ibu korban, Nur Aini (34), meminta tolong MR untuk menjaga anaknya saat berada di hotel Walisongo, Surabaya. Pasalnya, orang tua korban mau kembali lagi ke Probolonggo karena ada sesuatu yang ketinggalan.

Orang tua korban percaya pada pelaku karena sudah kenal. Namun, ketika orang tua kembali ke hotel dari Probolinggo pada 23 Mei 2018, korban bersama pelaku tidak ada. Sang orang tua pun mencoba mencari keberadaan anaknya.

Karena tidak kunjung ditemukan, akhirnya mereka melapor ke polisi pada 11 Juni 2018. Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku saat sembunyi di Bekasi, Jabar, pada Selasa 26 Juni 2018.

Kapolres Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan pada pelaku motif dari kasus penculikan ini, lantaran pelaku MR ingin memiliki anak saat menjaga korban. Setelah orang tua korban menititipkan.

"Kemudian pelaku muncul pemikiran untuk membawa lari korban, dan menculiknya," terang Antonius, Rabu (27/6/2018).

Menurut Antonius, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti seperti foto copy surat nikah,1 lembar KTP dan 1 lembar foto korban. Kini pelaku sudah ditahan, sedangkan korban sudah dikembalikan pada orang tuanya.

"Pelaku dijerat dengan pasal 83 UU RI No.35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara," tandas Kapolres.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini