nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dinamika Politik di Pilgub Jawa Timur, Antara Sosok SBY, Soekarno hingga Nahdlatul Ulama

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 27 Juni 2018 18:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 27 519 1914805 dinamika-politik-di-pilgub-jawa-timur-antara-sosok-sby-soekarno-hingga-nahdlatul-ulama-qcOyMCOFlC.jpg Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (foto: Antara)

SURABAYA – Hari ini Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang menyelenggarakan Pilkada serentak 27 Juni 2018. Dua pasangan calon yakni Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak serta Syaifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno akan memperebutkan hati setidaknya 30.155.179 pemilih yang terdaftar DPT oleh KPU Provinsi Jawa Timur.

Menariknya, kedua paslon memiliki latarbelakang yang hampir sama. Mengusung unsur ke NU-an yang kental dengan mayoritas penduduk Jawa Timur.

Pilgub Jatim 2018: Khofifah Dapat Nomor Urut 1, Gus Ipul Nomor 2

Khofifah yang merupakan Ketua Muslimat NU serta pasangannya Emil Dardak yang merupakan kader NU di luar negeri, berkompetisi dengan Syaifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul pernah menjabat sebagai Ketua Umum GP Ansor NU.

Selain pertarungan kedua sosok religius, ada kompetisi ideologi nasionalis yang diwakili partai pengusung masing- masing. Partai Demokrat berideologi nasionalis – religius, yang mengusung Khofifah – Emil dengan ketokohan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur.

Di kubu nomor dua, trah Bung Karno yang berasal dari Jawa Timur tak bisa dipisahkan dari diri Puti Guntur, yang notabene merupakan cucu Ir Soekarno. Melihat fenomena tersebut, pengamat Politik Universitas Brawijaya Wawan Sobari menilai pertarungan akan dipengaruhi dari dua latar belakang tersebut.

Pilgub Jatim 2018: Khofifah Dapat Nomor Urut 1, Gus Ipul Nomor 2

Dosen Program Studi Ilmu Politik Universitas Brawijaya Wawan Sobari, menyatakan faktor NU, muslimat, trah Soekarno dan ketokohan SBY menjadi kunci dari pertarungan Pilgub Jawa Timur kali ini.

“Kedua calon sama-sama berasal dari NU. Yang berpengaruh dalam Pilkada ini faktor ke-NU-an, muslimat, dan SBY yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur,” beber Wawan.

Faktor NU dapat dilihat dari basis kekuatan NU di daerah pedalungan mulai dari Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Probolinggo, hingga Jember dan Pulau Madura. Jangan lupakan ponpes-ponpes besar berbasis ke-NU-an di Matraman pesisir macam Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan.

Di sisi lain menurut Wawan, daerah Matraman selatan mulai dari Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Madiun, hingga Nganjuk yang cenderung dekat dengan kejawen. “Kejawen itu dekat dengan abangan. Dan abangan itu dekat dengan PDI Perjuangan. Maka faktor SBY akan menentukan suara calon di Matraman selatan ini,” jelasnya.

“Meskipun Emil berasal dari Bupati Trenggalek, pengaruhnya tak sekuat SBY di Matraman,” tambahnya.

Di satu sisi, pertarungan menarik terjadi di wilayah tapal kuda selatan Jawa Timur, keberadaan Gus Ipul yang lahir di Pasuruan dan sang adik menjadi Bupati Pasuruan bisa menjadi daya pikat untuk wilayah pedalungan ini, mulai Pasuruan hingga Jember.

Sementara di beberapa hasil survei terakhir hingga 22 Juni 2018 kemarin, di Pulau Madura yang juga menjadi basis NU, Khofifah unggul atas Gus Ipul. Pertarungan sengit justru terjadi di wilayah Arek yang meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, dan Malang Raya.

Khofifah yang lahir di Surabaya akan ditantang oleh basis suara Gus Ipul yang besar di Jombang dengan faktor bagian dari keluarga Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, salah satu tokoh NU yang paling dihormati di Jawa Timur bahkan Indonesia.

“Kalau dari hasil survei terakhir dari Ilmu Politik FISIP UB, Malang raya nomor 1 unggul. Tapi menariknya secara keseluruhan di wilayah Arek paslon nomor 2 yang unggul,” tutur pria berkacamata ini.

Sedangkan satu wilayah yakni Osing yang hanya meliputi Banyuwangi dari berbagai hasil survei termasuk survei terakhir oleh Poltracking, ia menambahkan kemenangan diprediksi menjadi milik Khofifah-Emil.

“Masih ada sisa 4 persen suara yang diperebutkan oleh kedua calon. Ini swing voter yang menentukan pilihannya di detik terakhir. Tapi jika itu terjadi memang tak banyak mempengaruhi hasil suara keseluruhan,” lanjut Wawan.

Dengan mayoritas masyarakat berbasis religius dan suku dominan Jawa di Jawa Timur, penggorengan isu SARA tak laku. Masyarakat lebih melihat bagaimana track record kedua paslon selama ini.

Bahkan debat tiga kali yang diselenggarakan KPU, hanya dijadikan referensi nomor sekian untuk memilih. “Publik tidak mereferensi pilihan ke hasil debat. Kalau dari hasil survei masyarakat melihat program yang sudah berjalan sebagai cerminan utama. Bukan program yang dijabarkan dari hasil debat yang dijabarkan,” katanya.

Salah seorang pemilih di Bojonegoro, Bagus, membeberkan referensi dalam memilih yakni berdasarkan ketokohan, track record, dan program yang diusung.

“Memang kalau lihat calon keduanya sama-sama NU-nya. Jadi ada faktor lain yang harus saya pertimbangkan ya di antaranya ketokohan, track record, dan program yang diajukan,” jelasnya sesaat setelah menggunakan hak pilihnya.

Pilkada Jatim, Gus Ipul Nyoblos Bareng Keluarga

Dengan latar belakang kedua calon yang hampir sama, religius – nasionalis, faktor X yakni penokohan baik calonnya maupun orang yang berada di belakang kedua paslon bisa menjadi kunci kemenangan di Pilgub Jawa Timur 2018.

Tapi bagaimana pun rakyat Jawa Timur berharap siapa pun dia yang menjadi gubernur mampu membawa Jawa Timur ke arah pembangunan yang lebih baik lagi.

“Ya semoga yang terpilih bisa amanah, tidak korupsi, dan bersatu membawa Jawa Timur lebih baik lagi,” tukas Rian Setiawan, warga Tulungagung kepada okezone beberapa saat lalu.

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) iNews Research dari 80 persen total suara yang masuk sekira puku 18.00 WIB, pasangan Khofifah-Emil unggul dengan persentase 54,93 persen dan Gus Ipul-Puti 45,07 persen.

Namun, tentunya publik di Jawa Timur harus menunggu hasil penghitungan suara resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini