Kemenristekdikti: Perpustakaan Riset Penting untuk Tingkatkan Literasi Masyarakat

Yohana Artha Uly, Okezone · Kamis 28 Juni 2018 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 28 65 1915129 kemenristekdikti-perpustakaan-riset-penting-untuk-tingkatkan-literasi-masyarakat-u9cUH55cCt.jpeg Peresmian perpustakaan (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan, pentingnya tata kelola keuangan yang baik untuk mendorong perkembangan sektor industri dan korporasi di Indonesia.

Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na’im menilai, hadirnya Perpustakaan Riset Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara yang didirikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menjadi bagian penting untuk literasi tata kelola keuangan.

Perpustakaan riset ini pun diharapkan tak hanya untuk tempat koleksi buku, belajar maupun membaca saja, lebih dari itu peneliti dapat menciptakan karya ilmiah, mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

perpus

"Lebih penting lagi perpustakaan riset tak hanya koleksi tapi bicara tentang ke depan, bagaimana memproduksi ilmu pengetahuan yang memberi manfaat pada masyarakat ke depan," ujarnya dalam peresmian perpustakaan tata kelola keuangan di Kantor Pusat BPK, Jakarta (28/6/2018).

Ainun menjelaskan, saat ini literasi membaca masyarakat Indonesia masih di peringkat 60, berada di bawah Thailand yang di posisi 59. Sedangkan dari minat menulis Indonesia mencapai 12.000 tulisan per tahun, jauh di bawah India yang 60.000 dan China yang 140.000 per tahun.

perpus

Hal ini, lanjutnya, menunjukkan masih ada tugas berat untuk pemerintah meningkatkan literasi membaca dan menulis. "Tidak hanya terkait kemampuan membaca tapi juga produksi bacaan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi," imbuhnya.

Maka dengan hadirnya perpustakaan riset tersebut, BPK dapat berperan bukan hanya dalam hal audit keuangan tetapi juga distribusi literasi mengenai tata kelola keuangan negara.

"Perpustakaan punya peran penting. Masyarakat harus kita buat tertarik membaca. Tak hanya rajin membaca media sosial saja, tapi juga bagaimana media yang dibaca punya konten bermanfaat terkait ilmu pengetahuan dan teknologi," pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini