Waktu dan Tempat Pertemuan Tingkat Tinggi Trump-Putin Telah Diputuskan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 10:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 29 18 1915543 waktu-dan-tempat-pertemuan-tingkat-tinggi-trump-putin-telah-diputuskan-h9FI654b3Y.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Pertemuan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan digelar pada 16 Juli di Helsinki, Finlandia. Pertemuan itu akan menjadi tatap muka pertama kedua pemimpin di luar pertemuan di konferensi tingkat tinggi (KTT) multilateral.

"Menurut rencana yang disepakati [dengan pihak AS], Putin dan Trump akan bertemu di Helsinki pada 16 Juli," demikian disampaikan Kremlin dalam pernyataan yang dilansir RT, Jumat (29/6/2018). Pernyataan Kremlin tersebut juga telah dikonfirmasi oleh pihak Gedung Putih.

BACA JUGA: Rusia dan AS Sepakati Pertemuan antara Putin dengan Trump

Pembahasan mengenai hubungan AS dengan Rusia saat ini dan isu-isu internasional yang relevan disebut telah masuk dalam agenda yang akan dibicarakan oleh kedua pemimpin pada pertemuan mereka.

Sebelumnya, Penasihat Urusan Luar Negeri Presiden Rusia, Yuri Ushakov mengatakan, pertemuan empat mata Putin dengan Trump kemungkinan akan berlangsung selama beberapa jam, dengan agenda sarapan kerja dan protokol-protokol lain termasuk di dalamnya. Ushakov mengatakan, pertemuan itu merupakan event internasional utama untuk musim panas tahun ini karena pentingnya AS dan Rusia dalam komunitas internasional.

BACA JUGA: Kremlin: Trump Usulkan Pertemuan dengan Putin di Gedung Putih

Penasihat Kemanan Gedung Putih, John Bolton yang bertemu dengan Presiden Putin di Moskow pada Rabu mengatakan, keributan yang terjadi di dalam negeri tidak menghalangi keinginan Trump untuk berbicara langsung dengan konterpartnya. Dia mengatakan, Trump meyakini bahwa pertemuan dengan Putin akan memberikan manfaat bagi kepentingan negaranya.

Bolton menambahkan, "Berbagai macam isu" akan dibahas oleh kedua pemimpin ketika mereka akhirnya bertemu, termasuk mengenai kontrol senjata, dugaan ikut campurnya Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016, dan bergabung kembali Moskow dengan G8.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini