nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deddy-Dedi dan Hasanah Ucapkan Selamat ke Rindu, KPU: Pelajaran Politik yang Mewah

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 22:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 29 525 1915900 deddy-dedi-dan-hasanah-ucapkan-selamat-ke-rindu-kpu-pelajaran-politik-yang-mewah-oE22TPvweO.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Pilgub Jawa Barat 2018 sejauh ini berlangsung aman dan kondusif. Konflik juga tidak tercipta setelah hasil quick count berbagai lembaga survei menunjukkan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) menjadi pemenang.

Bahkan, para kandidat menyampaikan ucapan selamat kepada Rindu atas hasil tersebut. Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi secara terbuka mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat.

Hasanuddin bahkan mendatangi langsung pasangan Rindu pada Rabu (27/6/2018) sore untuk mengucapkan selamat. Hanya pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang belum mengucapkan selamat. Mereka masih menunggu hasil resmi dari KPU.

Meski begitu, secara umum Yayat mengapresiasi para kandidat. Sebab, mereka menjaga situasi kondusif selama gelaran pilgub berlangsung. Sikap terbuka paslon yang kalah pun menjadi catatan positif tersendiri baginya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada paslon dan tim kampanye. Saya sangat terkesan dengan paslon setelah melihat hasil quick count. Meski belum hasil resmi, tapi secara cepat paslon mengucapkan selamat kepada pasangan yang suaranya paling banyak," kata Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat di Kantor KPU Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (29/6/2018).

Menurutnya, sikap yang diperlihatkan para kandidat adalah hal positif. Sikap mereka dinilai turut menjaga kondusivitas selama menunggu hasil akhir pilgub secara resmi.

"Itu pendidikan politik yang sangat mewah yang patut dilihat, dicontoh masyarakat. Nilai-nilai politik yang mewah itu patut kita tularkan, bahkan untuk seluruh warga dunia," jelas Yayat.

Hal positif itu pun diharapkan Yayat terus berlanjut untuk pelaksanaan pilkada, pileg, dan pilpres ke depan. Pesta demokrasi diharapkan benar-benar jadi sebuah pesta bersama untuk memilih pemimpin.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini